Tidak Bertemu Langsung Dengan Ayah Prada Lucky Usai Jadi Tahanan TNI, Penasehat Hukum Ungkap Sejumlah Hal
Baca Juga:
"Ini wujud tragedi nasional, abuse of power, menyalahgunakan kekuatan dan mengintimidasi bawahan," kata dia.
Cosmas menambahkan soal belum adanya kejelasan alasan penahanan klien mereka tersebut. Kejelasan dimaksud berupa surat resmi penangkapan dan penahanan. Menurut mereka.
Baca Juga:Chrestian Namo dijemput untuk diperiksa saat baru tiba di Pelabuhan Tenau Kupang.
Chrestian sendiri berangkat dari Rote Ndao tempatnya bertugas dan ke Kota Kupang terkait agenda sidang perdana.
"Selama belum ada itu ya mohon maaf kami juga tidak tahu ada apa sebenarnya. Sementara yang ada itu asumsi di media sosial itu soal WIL (wanita idaman lai, KDRT," kata Cosmas.
"Namun tadi klien kami tidak bisa mengikuti sidang karena masih ditahan dan itu ditanyakan majelis hakim. Jadi kami datang ke Denpom menunjukkan surat kuasa yang diregistrasi oleh negara. Klien kami harusnya wajib hadir dalam sidang ini," ungkapnya.
Agenda sidang berikutnya berlangsung pada 23 Januari 2025. Ia berharap sidang berikutnya semua pihak baik penggugat dan tergugat dapat hadir.
Baca Juga:
Pelaku Kekerasan Seksual Bergeser, Guru dan Aparat Polisi Ikut Terseret
56 Persen Laporan Kasus Perempuan dan Anak di Kupang Tak Tertangani
Tuntaskan Kasus, Polda NTT Ekshumasi dan Otopsi Korban Anak di Kupang
Janin Ditemukan Warga Dalam Sungai
Kasus Cabul Pada Ponaan Pacar Terungkap Saat Pelaku Cabuli Anak Pacarnya