Dua Keluarga di Kota Kupang Berebut Jenazah, Polisi Turun Tangan
digtara.com -Dua keluarga di Kota Kupangberebut jenazah dan nyaris terjadi bentrokan.
Baca Juga:
IDL meninggal dunia pada Minggu (11/1/2026) petang sekitar pukul 18.40 Wita di RT 20/RW 06, Kelurahan Airnona, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang.
Ketegangan terjadi antara pihak keluarga soal lokasi jenazah disemayamkan. Saat itu muncul perbedaan pendapat antara dua kelompok keluarga.
Keluarga L dari pihak ayah almarhum mengajukan permintaan untuk menyemayamkan jenazah di rumah keluarga di Kelurahan Bakunase, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang.
Baca Juga:
Sementara D, keluarga pihak ibu almarhum berharap jenazah dapat ditempatkan di rumah di Kelurahan Airnona, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang sebagai tempat tinggal terakhir almarhum dan untuk memudahkan keluarga dekat yang berdomisili di sekitar wilayah tersebut saat melayat.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Airnona, Bripka Wens Reba pun turun tangan melakukan mediasi dalam kasus perebutan jenazah IDL.
Bripka Wens Reba merespons guna menengahi dengan turun ke lokasi kejadian (TKP).
Sebagai mediator, ia memberikan pemahaman terhadap nilai-nilai keluarga serta adat istiadat lokal yang kental di Kupang.
Baca Juga:
"Kita memahami bahwa saat kehilangan orang tersayang, emosi keluarga cenderung tinggi. Tugas kita sebagai Bhabinkamtibmas tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membantu masyarakat menyelesaikan permasalahan dengan cara yang damai dan menghargai semua pihak," ujar Bripka Wens Reba.
Bhabinkamtibmas juga melibatkan tokoh masyarakat lokal untuk memberikan panduan dan nasihat berdasarkan norma yang berlaku di daerah tersebut.
Setelah beberapa saat berdiskusi, kedua belah pihak keluarga akhirnya mencapai kesepakatan bersama untuk menyemayamkan jenazah IDL di rumah keluarga di Kelurahan Bakunase, dengan kesepakatan bahwa proses pemakaman diselenggarakan dengan memperhatikan adat istiadat dari kedua keluarga.
Kapolresta Kupang Kota Kombes Pol. Djoko Lestari melalui Kapolsek Kotaraja AKP Leyfrid D. Mada memberikan apresiasi kepada Bripka Wens Reba.
"Peran Bhabinkamtibmas adalah jembatan antara kepolisian dan masyarakat. Keberhasilan mediasi ini adalah bukti bahwa program Bhabinkamtibmas berjalan dengan baik dan mampu mencegah konflik berkembang menjadi hal yang lebih serius," ujar AKP Leyfrid D. Mada pada Senin (12/1/2026).
Kapolsek juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan kapasitas Bhabinkamtibmas di seluruh wilayah kerja untuk dapat menangani berbagai permasalahan masyarakat dengan lebih efektif, terutama terkait konflik yang berkaitan dengan nilai budaya dan hubungan keluarga.
Baca Juga:
Mediasi yang berhasil ini juga mendapatkan apresiasi dari warga sekitar Kelurahan Airnona, yang menyampaikan bahwa keberadaan Bhabinkamtibmas yang responsif telah membantu menjaga ketentraman dan keharmonisan lingkungan masyarakat.
Warga Merdeka-Kota Kupang Minta Dibangun Pos Polisi dan Respon Cepat Polisi Saat Ada Kejadian
Residivis Kasus Pembunuhan di Kupang Diamankan Tim Resmob Polda NTT
Berbagai Elemen Masyarakat di Kota Kupang Siap Jaga Stabilitas Keamanan
Puluhan Warga Datangi DPRD Kabupaten Kupang Pertanyakan Proses Bagi Anggota Dewan Terlibat Kekerasan Seksual
Dinkes Kabupaten Kupang Cek Dugaan Menu MBG Berulat
Jembatan Tuatuka-Kupang Dibangun Warga Bersama Anggota Brimob Polda NTT
Warga Merdeka-Kota Kupang Minta Dibangun Pos Polisi dan Respon Cepat Polisi Saat Ada Kejadian
Diduga Palsukan Surat, Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat Diperiksa Polisi Selama 10 Jam
Berkas Perkara P21, Polres Manggarai Barat Segera Limpahkan Tersangka Tenggelamnya KM Putri Sakinah ke Kejaksaan
Residivis Kasus Pembunuhan di Kupang Diamankan Tim Resmob Polda NTT
Tim Visa Kemenhaj Lembur Hingga Waktu Sahur, Pemvisaan Jemaah Haji Capai 162 Ribu Target Rampung Awal Maret
Pelaku Kabur, Kuda Curian Diamankan Anggota Polres Sumba Barat
Penganiaya Rekan Hingga Tewas di Sumba Timur Segera Disidangkan