Selasa, 26 Mei 2026

Pasca Insiden Kapal Tenggelam, Wisata dan Pelayaran ke TN Komodo Tutup Total

Imanuel Lodja - Jumat, 02 Januari 2026 14:00 WIB
Pasca Insiden Kapal Tenggelam, Wisata dan Pelayaran ke TN Komodo Tutup Total
dok
Ilustrasi.

digtara.com -Aktivitas wisata alam di Taman Nasional Komodo (TNK) resmi ditutup sementara mulai awal pekan ini hingga cuaca kembali membaik.

Baca Juga:

Penutupan ini dipicu oleh peringatan potensi cuaca ekstrem yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Berdasarkan Surat Pemberitahuan (Notices to Mariners) No. 05/NTM-XII/2025 dari Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo tertanggal 29 Desember 2025, seluruh pelayaran Surat Persetujuan Berlayar (SPB) untuk kapal wisata, termasuk speed boat, ditutup sementara.

Penutupan ini berlaku untuk semua destinasi wisata di kawasan TN Komodo, seperti Pulau Komodo, Pulau Padar, Pulau Rinca, Pink Beach, dan spot diving lainnya.

Baca Juga:
Keputusan ini diambil setelah BMKG mengeluarkan informasi tinggi gelombang pada 29 Desember 2025.

Kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Hendrikus Siga, langsung merespons dengan menghentikan semua aktivitas pelayaran wisata alam demi keselamatan bersama.

"Mengacu pada Surat Pemberitahuan dari KSOP tersebut di atas, maka pelayanan wisata alam di destinasi wisata TN Komodo dihentikan sementara sampai dengan adanya pemberitahuan lebih lanjut," tulis BTNK dalam pengumuman resminya.

Dalam himbauan terpisah, BTNK juga mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk:

Selalu memantau informasi cuaca harian dari BMKG sebelum beraktivitas di perairan TN Komodo.

Pemilik kapal atau nahkoda agar mematuhi arahan KSOP Kelas III Labuan Bajo.

Baca Juga:
Segera berkoordinasi dengan pihak terkait jika cuaca semakin memburuk.

Meningkatkan kewaspadaan dan menunda aktivitas apabila kondisi tidak memungkinkan.

Prakiraan cuaca 7 hari ke depan di wilayah Komodo menunjukkan kondisi yang kurang bersahabat, dengan potensi heavy rain, scattered storms, dan gelombang tinggi yang dapat membahayakan pelayaran.

Wisatawan yang telah memiliki tiket masuk atau booking kapal diminta untuk segera menghubungi operator atau BTNK guna penjadwalan ulang. Pengumuman ini juga disebarkan melalui akun Instagram resmi mereka.

Penutupan sementara ini bukan kali pertama terjadi di TN Komodo.

Langkah serupa kerap diambil saat musim gelombang tinggi atau cuaca ekstrem untuk memprioritaskan keselamatan pengunjung, kru kapal, dan satwa liar yang dilindungi.

Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tetap sabar menunggu cuaca membaik.

Baca Juga:
"Demi keselamatan bersama, mari tingkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem," tutup BTNK dalam himbauannya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Kabur Pasca Curi Uang Hasil Jual Beras di Manggarai, Pelaku Ditangkap Polisi di Manggarai Barat

Kabur Pasca Curi Uang Hasil Jual Beras di Manggarai, Pelaku Ditangkap Polisi di Manggarai Barat

Perahu Tenggelam Dihantam Gelombang, Satu Warga Sabu Raiijua Meninggal Dunia dan Dua Lainnya Sekarat

Perahu Tenggelam Dihantam Gelombang, Satu Warga Sabu Raiijua Meninggal Dunia dan Dua Lainnya Sekarat

Satpolairud Polres Manggarai Barat Sambangi Sejumlah Titik Rawan Gangguan Keamanan Perairan

Satpolairud Polres Manggarai Barat Sambangi Sejumlah Titik Rawan Gangguan Keamanan Perairan

Terombang Ambing di Perairan Labuan Bajo, Puluhan Penumpang KM Hinayah Diselamatkan Tim SAR Gabungan

Terombang Ambing di Perairan Labuan Bajo, Puluhan Penumpang KM Hinayah Diselamatkan Tim SAR Gabungan

Agen Travel di Labuan Bajo Gelapkan Uang Wisatawan Mancanegara

Agen Travel di Labuan Bajo Gelapkan Uang Wisatawan Mancanegara

Belasan Tahun Pakai Narkoba, Pria Pembawa Narkotika Ke Labuan Bajo Terancam Hukuman Empat Tahun Penjara

Belasan Tahun Pakai Narkoba, Pria Pembawa Narkotika Ke Labuan Bajo Terancam Hukuman Empat Tahun Penjara

Komentar
Berita Terbaru