Selasa, 24 Februari 2026

Polres Alor Fasilitasi Penyelesaian Pemasangan Daun Pada Pintu Gereja dan Kantor Desa

Imanuel Lodja - Jumat, 26 Desember 2025 15:46 WIB
Polres Alor Fasilitasi Penyelesaian Pemasangan Daun Pada Pintu Gereja dan Kantor Desa
ist
Kapolres Alor saat menggelar pertemuan penyelesaian masalah Kamtibmas beberapa waktu lalu

digtara.com -Polres Alor menggelar rapat klarifikasi terkait permasalahan pemasangan atau penggantungan daun pada pintu masuk Gereja GMIT Elim Alaang dan Kantor Desa Alaang, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor.

Baca Juga:

Rapat klarifikasi pada Rabu (24/12/2025) dipimpin Kapolres Alor, AKBP Nur Azhari didampingi Ketua DPRD Kabupaten Alor Paulus Buce Brikmar, serta Dandim 1622/ Alor, Letkol Inf Czi Ariya Darma serta dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh agama, pemerintah kecamatan dan desa, serta pejabat utama Polres Alor.

Kapolres Alor menyampaikan bahwa klarifikasi ini merupakan langkah Polres Alor merespons peristiwa yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan gangguan keamanan serta ketertiban masyarakat.

Kapolres menegaskan bahwa setiap bentuk tindakan atau simbol yang dilakukan di ruang publik harus dikomunikasikan secara terbuka dan tidak dilakukan secara sepihak agar tidak memicu keresahan sosial.

Baca Juga:
Berdasarkan hasil klarifikasi awal, pemasangan atau penggantungan daun pintu tersebut dilakukan oleh IA sebagai bentuk luapan kekecewaan pribadi terhadap adanya kegiatan penggalian pasir di Desa Alaang.

Tindakan tersebut tidak dilatarbelakangi unsur provokasi, kepentingan kelompok, maupun sentimen SARA, melainkan murni reaksi emosional yang dilakukan secara spontan, terlebih yang bersangkutan saat itu dalam pengaruh minuman keras.

Ketua DPRD Kabupaten Alor menegaskan bahwa persoalan utama yang perlu menjadi perhatian bersama adalah terkait aktivitas penggalian pasir di Desa Alaang, termasuk legalitas, mekanisme perizinan, serta pengawasan oleh pemerintah desa dan kecamatan.

Ia menekankan pentingnya koordinasi dengan instansi teknis terkait agar kegiatan tersebut tidak menimbulkan dampak hukum, lingkungan, maupun keresahan di masyarakat.

Kepala Desa Alaang, Nikanor Bana menyampaikan bahwa pemerintah desa akan melakukan penelusuran dan klarifikasi lanjutan terkait kegiatan penggalian yang dilakukan, serta memastikan tidak menimbulkan dampak lingkungan.

Kepala Desa tidak mengetahui secara langsung peristiwa tersebut, dan sebagai langkah cepat bersama Kapolsek serta perangkat desa, telah diambil keputusan untuk menurunkan seluruh daun yang digantung pada fasilitas umum guna menetralkan situasi.

Baca Juga:
Ia juga menjelaskan bahwa sebagai langkah cepat, seluruh daun yang digantung pada fasilitas umum telah diturunkan guna menjaga kondusifitas wilayah.

Pihak Polsek Alor Barat Laut menambahkan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait permasalahan penggalian.

Ditegaskan kalau penyampaian aspirasi seharusnya dilakukan pada lokasi permasalahan, bukan pada rumah ibadah atau fasilitas umum, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Ketua Klasis Alor Barat Laut, Pdt. Simon Petrus Amung menyampaikan bahwa secara prinsip, keberatan yang disampaikan dapat dipahami, namun cara penyampaiannya dinilai keliru.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Dua Kelompok Pemuda di Alor Kembali Saling Serang, Kapolres Temui Pemerintah Untuk Tuntaskan

Dua Kelompok Pemuda di Alor Kembali Saling Serang, Kapolres Temui Pemerintah Untuk Tuntaskan

Siswa SD di Welai dan Fanating Dapat Bantuan Perlengkapan Sekolah dari Kapolres Alor

Siswa SD di Welai dan Fanating Dapat Bantuan Perlengkapan Sekolah dari Kapolres Alor

Kapolres Alor Satukan Pemuda Sawalama dan Lipa Jelang Ramadhan

Kapolres Alor Satukan Pemuda Sawalama dan Lipa Jelang Ramadhan

Gereja Yegar Sahaduta Belo Rusak Parah Diterjang Angin, Ibadah Minggu Bakal Digelar Dibawah Tenda

Gereja Yegar Sahaduta Belo Rusak Parah Diterjang Angin, Ibadah Minggu Bakal Digelar Dibawah Tenda

Satu Gereja dan Belasan Rumah Warga di Bello-Kupang Rusak Berat Disapu Angin Kencang

Satu Gereja dan Belasan Rumah Warga di Bello-Kupang Rusak Berat Disapu Angin Kencang

Pulang Latihan di Gereja, Remaja Putri di Sabu Raijua Tergelincir ke Sungai dan Ditemukan Meninggal Dunia

Pulang Latihan di Gereja, Remaja Putri di Sabu Raijua Tergelincir ke Sungai dan Ditemukan Meninggal Dunia

Komentar
Berita Terbaru