Senin, 23 Februari 2026

Sempat Kejar-kejaran, Tim Ditpolairud Polda NTT-BTNK Gagalkan Perburuan Rusa Ilegal di Manggarai Barat

Imanuel Lodja - Selasa, 16 Desember 2025 15:00 WIB
Sempat Kejar-kejaran, Tim Ditpolairud Polda NTT-BTNK Gagalkan Perburuan Rusa Ilegal di Manggarai Barat
ist
Tim Gabungan Ditpolairud Polda NTT dam BTNK menggagalkan perburuan rusa secara ilegal di Kabupaten Manggarai Barat

digtara.com -Patroli gabungan Direktorat Polairud Polda NTT bersama Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) menggagalkan aktivitas perburuan rusa ilegal di kawasan Pulau Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca Juga:

Patroli gabungan atas permintaan BTNK menyusul informasi adanya aktivitas perburuan liar di wilayah Loh Laju Pemali, kawasan konservasi Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat.

Direktur Polairud Polda NTT, Kombes Pol Irwan Deffi Nasution menyatakan Polda NTT berkomitmen menjaga kelestarian ekosistem dan menindak tegas kejahatan terhadap satwa dilindungi.

"Patroli gabungan ini merupakan bentuk sinergi Polri bersama instansi terkait dalam melindungi kawasan konservasi nasional dari aktivitas ilegal yang merusak ekosistem dan mengancam kelangsungan hidup satwa liar," ujar Dirpolairud Polda NTT pada Selasa (16/12/2025).

Baca Juga:
Patroli dimulai sejak Sabtu (13/12/2025) setelah petugas BTNK menerima informasiterkait rencana perburuan rusa.

Informasi tersebut diperkuat melalui pemantauan GPS tracker yang terpasang pada perahu pelaku.

Tim gabungan yang melibatkan personel Ditpolairud Polda NTT, Korpolairud Baharkam Polri, Satpolairud Polres Manggarai Barat, Gakkum Kemenhut, serta BTNK, bergerak menuju lokasi target pada malam hari.

Minggu (14/12/2025) dinihari sekitar pukul 02.00 Wita, tim mendapati sebuah perahu yang sesuai dengan ciri-ciri target.

Saat dilakukan upaya penghentian, perahu pelaku justru melarikan diri dan melakukan perlawanan dengan menembaki speedboat tim patroli, sehingga terjadi kejar-kejaran dan kontak senjata di perairan Pulau Komodo.

Dari Loh Srikaya, muncul boat/perahu yang berusaha melarikan diri dari tim patroli.

Baca Juga:
Tim patroli sudah memerintahkan kepada pelaku yang berusaha melarikan diri untuk berhenti, akan tetapi pelaku tetap berusaha melarikan diri, dan menembaki speedboat tim patroli;

Kemudian tim melakukan pengejaran dan juga memberikan tembakan peringatan pertama, dengan tetap memerintahkan kepada pelaku untuk berhenti, tetapi tidak diindahkan.

Lalu diberikan lagi tembakan peringatan kedua, dan memerintahkan pelaku untuk berhenti, tetapi tidak dipedulikan.

Tembakan peringatan dari petugas dibalas dengan tembakan dari pelaku langsung mengarah ke speedboat tim patroli.

Tembakan peringatan ketiga diberikan, serta perintah untuk berhenti, tapi tetap pelaku melarikan diri dan menembaki speedboat tim patroli;

Terjadi kejar-kejaran antara speedboat tim patroli dengan boat/perahu pelaku. Dalam proses pengejaran, terjadi kontak senjata.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Jadi Tersangka, Piche Kotta Mengaku Tidak Pernah Terlibat Kasus Pencabulan Dan Hargai Proses Hukum

Jadi Tersangka, Piche Kotta Mengaku Tidak Pernah Terlibat Kasus Pencabulan Dan Hargai Proses Hukum

Brimob Polda NTT Bangun Jembatan di Nanganae Bantu Akses Warga

Brimob Polda NTT Bangun Jembatan di Nanganae Bantu Akses Warga

Kapolda NTT Salurkan Bantuan Dua Ton Beras, Ratusan KK di Amanuban Timur-TTS Juga Jadi Sasaran

Kapolda NTT Salurkan Bantuan Dua Ton Beras, Ratusan KK di Amanuban Timur-TTS Juga Jadi Sasaran

Kunjungi Sekolah Yang Rusak Karena Bencana Alam, Wakapolda NTT Beri Bantuan Pendidikan

Kunjungi Sekolah Yang Rusak Karena Bencana Alam, Wakapolda NTT Beri Bantuan Pendidikan

Hadirkan Akses Aman Bagi Warga dan Pelajar di Alor, Brimob Bantu Bangun Jembatan Penghubung di Lipa

Hadirkan Akses Aman Bagi Warga dan Pelajar di Alor, Brimob Bantu Bangun Jembatan Penghubung di Lipa

Dua Sekolah di Sikka-NTT Rusak Pasca Bencana Alam Angin Kencang, Pemerintah Segera Renovasi

Dua Sekolah di Sikka-NTT Rusak Pasca Bencana Alam Angin Kencang, Pemerintah Segera Renovasi

Komentar
Berita Terbaru