Bocah Sekolah Dasar di Manggarai Luka Parah Terkena Ledakan Mercon Yang Dimainkan Sendiri
digtara.com -AS, bocah berusia delapan tahun di Kabupaten Manggarai, NTT mengalami luka parah pada sekujur tubuhnya.
Baca Juga:
Semula beredar foto korban dengan luka bakar serius melalui pesan WhatsApp pada Senin (17/11/2025) sekitar pukul 14.20 Wita.
Foto tersebut semula dikabarkan kalau korban terluka akibat ledakan petasan.
Baca Juga:Namun, hasil penelusuran kepolisian mengungkap fakta berbeda.
Unit Opsnal Sat Intelkam Polres Manggarai segera melakukan penyelidikan lapangan.
Dari hasil pendalaman, petugas memastikan bahwa korban mengalami luka bakar bukan karena petasan, melainkan akibat ledakan mercon kaleng rakitan yang dibuat dan dimainkan sendiri oleh korban.
Ledakan mercon kaleng tersebut mengakibatkan luka bakar serius pada sekujur tubuh korban.
Awalnya, korban hanya dirawat di rumah oleh orang tuanya.
Baca Juga:Namun karena luka bakar tidak kunjung membaik, AS akhirnya dibawa ke RSUD Ruteng dua hari pasca insiden ini untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
Menurut keterangan orang tua, korban memang kerap bermain mercon spiritus – sebuah mercon rakitan dari kaleng susu bekas yang memanfaatkan uap spiritus sebagai pemicu ledakan.
Mercon jenis ini bekerja dengan mencampur spiritus dan udara dalam ruang kaleng tertutup, lalu disulut api dari korek.
Korban kemudian berinisiatif mengganti bahan bakar dengan BBM jenis Pertalite.
Ketika api disulut ke dalam kaleng berisi Pertalite tersebut, langsung terjadi ledakan besar disertai semburan api yang menyambar tubuh korban hingga mengakibatkan luka bakar parah.
Baca Juga:Hingga saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif di ruang Dahlia RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai dengan pendampingan penuh dari orang tuanya.
Kapolres Manggarai, AKBP Hendri Syaputra melalui Kasat Reskrim, AKP Donatus Sare mengingatkan masyarakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak.
"Orang tua agar melarang permainan berbahaya seperti mercon rakitan yang dapat mengancam keselamatan jiwa," ujar Kasat pada Selasa (18/11/2025)
Dapur MBG di NTT hanya dibolehkan Pakai LPG 50 Kilogram
Pergi Dari Rumah Tanpa Pamit, Lansia di Belu Ditemukan Meninggal Dalam Hutan
Sempat Berpindah Kapal, Barang Hilang Milik Wisatawan Asing Di Labuan Bajo Ditemukan Kembali
Tersangka Kasus Pencabulan Terhadap Anak Diserahkan Polsek Kota Raja ke Kejaksaan
Pamit Cari Siput, Warga Manggarai Ditemukan Meninggal di Laut