Jumat, 09 Januari 2026

Petani di Belu-NTT Coba Akhiri Hidup Dengan Melukai Lehernya

Imanuel Lodja - Jumat, 31 Oktober 2025 08:00 WIB
Petani di Belu-NTT Coba Akhiri Hidup Dengan Melukai Lehernya
ist
Aparat keamanan dan warga berusaha mengevakuasi warga yang melakukan percobaan bunuh diri

digtara.com -DMB (51), warga Dusun Kopan, Desa Sadi, Kexamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, NTT berusaha memgakhiri hidupnya.

Baca Juga:

DMB melukai lehernya dengan parang dan berjalan mondar-mandir di halaman rumah dan depan rumah tetangga pada Kamis (30/10/2025) petang.

Tidak ada warga yang berani membantu dan menolong DMB karena ia masih memegang parang di tangannya.

Anggota Polsek Tasifeto Timur, Polres Belu langsung turun tangan menyelamatkan DMB yang melakukan percobaan bunuh diri.

Baca Juga:
Personel Kepolisian dibantu anggota Babinsa TNI dan masyarakat berhasil menyelamatkan nyawa DMB.

Kapolres Belu, AKBP I Gede Eka Putra Astawa melalui Kapolsek Tasifeto Timur, Ipda Yusran menuturkan, sebelum diselamatkan, korban pertama kali terlihat oleh warga berdiri mondar- mandir di pinggir jalan depan rumahnya dengan kondisi leher sudah terluka dan berlumuran darah.

Masyarakat yang melihat kejadian tersebut tidak berani mendekatinya sampai korban terkapar dengan sendirinya di depan rumah.

"Masyarakat geger melihat korban berdiri mondar-mandir depan rumahnya dalam kondisi leher terluka dan berlumuran darah. Masyarakat yang ada disekitar situ takut mendekat sampai korban terkapar didepan rumah," tutur Kapolsek pada Jumat (31/10/2025).

Kapolsek bersama sejumlah anggota langsung ke lokasi kejadian.

Saat polisi tiba, korban ditemukan dalam kondisi terkapar dan lemas karena luka sayatan di lehernya.

Baca Juga:
Polisi langsung mengamankan lokasi kejadian dan juga barang bukti.

Karena tidak ada mobil, korban dievakuasi menggunakan sepeda motor menuju RSUD Atambua, Kabupaten agar mendapatkan pertolongan medis.

Korban saat ini masih menjalani perawatan insentif di RSUD Mgr Gabriel Manek, SVD Atambua akibat luka di lehernya.

"Beruntung korban segera kita evakuasi karena kalau lama dibiarkan korban bisa meninggal dunia," tandas Kapolsek.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan pihak RSUD Atambua, korban mengalami luka di leher dengan panjang 6 centimeter dan lebar 3 centimeter sehingga harus mendapatkan perawatan intensif.

Kapolsek mengaku belum mengetahui penyebab pasti korban melakukan percobaan bunuh diri dan tidak ada saksi yang menyaksikan secara langsung saat percobaan bunuh diri itu terjadi.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Terima 984 Laporan Polisi Selama Tahun 2025, Polres TTS Tuntaskan 55 Persen Kasus

Terima 984 Laporan Polisi Selama Tahun 2025, Polres TTS Tuntaskan 55 Persen Kasus

NTT Jadi Lumbung Jagung Nasional, Kapolda NTT Pimpin Panen Raya Jagung Kuartal IV 2025

NTT Jadi Lumbung Jagung Nasional, Kapolda NTT Pimpin Panen Raya Jagung Kuartal IV 2025

Dugaan Kekerasan Warga dan Anggota Polisi Diselesaikan Secara Damai

Dugaan Kekerasan Warga dan Anggota Polisi Diselesaikan Secara Damai

Polres Malaka Tetapkan Dan Tahan Tujuh Orang Tersangka Kasus Tawuran

Polres Malaka Tetapkan Dan Tahan Tujuh Orang Tersangka Kasus Tawuran

Rumah Pedagang Kue di Kota Kupang Terbakar di Akhir Tahun

Rumah Pedagang Kue di Kota Kupang Terbakar di Akhir Tahun

Bentrok Pemuda di Malaka-NTT, Satu Warga Dilaporkan Meninggal Dunia

Bentrok Pemuda di Malaka-NTT, Satu Warga Dilaporkan Meninggal Dunia

Komentar
Berita Terbaru