Jumat, 10 Juli 2026

Usai Pesta, Puluhan Warga Amarasi Barat-Kupang Diduga Keracunan Makanan

Imanuel Lodja - Kamis, 30 Oktober 2025 17:42 WIB
Usai Pesta, Puluhan Warga Amarasi Barat-Kupang Diduga Keracunan Makanan
net
Ilustrasi.

digtara.com -Puluhan warga Desa Tunbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, NTT diduga keracunan makanan usai mengikuti acara pesta pada Minggu (26/10/2025).

Baca Juga:

Mereka mengalami mual, sakit kepala, pusing, muntah dan mencret.

Sebanyak 25 orang warga dilarikan ke Puskesmas Baun, Kecamatan Amarasi Barat untuk menndapatkan perawatan medis.

Beberapa warga dirujuk ke rumah sakit yang lebih memadai di Kota Kupang guna mendapatkan layanan kssehatan yang lebih maksimal.

Baca Juga:
Hingga Kamis (30/10/2025) masih ada warga yang menjalani perawatan intensif di Puskesmas dan rumah sakit.

Kapolsek Amarasi, Iptu Basilio Pereira yang dikonfirmasi wartawan membenarkan kejadian ini.

"Ya, benar ada kejadian itu. Masih ada yang dirawat di rumah sakit dan Puskesmas Baun," ujarnya pada Kamis petang.

Ia membenarkan kalau warga sebelumnya mengkonsumsi makanan di tempat acara syukuran nikah pada Minggu, 26 Oktober 2025 di Desa Tunbaun.

Pesta pada Minggu malam digelar di kediaman Dina Nitti di RT 10/RW 05, Dusun 3, Desa Tunbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang.

"Pada saat acara, warga mengkonsumsi makanan. Para tamu undangan banyak yang mual dan (mengalami) gejala-gejala keracunan," ujarnya.

Baca Juga:
Gejala tersebut dirasakan warga hingga Senin, 27 Oktober 2025. "Sampai saat ini masih ada yang dirawat di Puskesmas Baun diduga keracunan makanan olahan yang disajikan pada acara tersebut," tambah mantan KBO Satreskrim Polres Kupang ini.

Aparat kepolisian sudah mendatangi rumah para korban dan membantu edukasi untuk dibawa ke Puskesmas Baun.

Kapolsek dan anggota juga berkoordinasi dengan pihak Dinkes kabupaten Kupang.

"tim Polsek Amarasi saat ini masih di Puskesmas Baun untuk koordinasi," tandasnya.

Polisi juga menghimbau kepada warga yang mengalami keracunan untuk ke petugas medis dan melakukan koordinasi untuk penyelidikan lanjut.

Diakui kalau pihaknya baru mendapat informasi ini pada Selasa. 28 Oktober 2025 pagi.

Baca Juga:
"Kami kemudian melakukan koordinasi dengan pihak tenaga kesehatan untuk proses penyelidikan lanjut dan tim Dinkes Kabupaten Kupang lagi melakukan monitoring observasi di lapangan di rumah sakit dan puskesmas Baun guna mengambil sampel pasien yang keracunan," tandasnya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Gelar Aksi di Depan Gedung DPRD NTT, Dokter dan Nakes di Kupang Minta Pecat Tiga Anggota DPRD TTU

Gelar Aksi di Depan Gedung DPRD NTT, Dokter dan Nakes di Kupang Minta Pecat Tiga Anggota DPRD TTU

Tidak Bisa Bayar Ganti Rugi, Tersangka Mantan Pimpinan Universitas San Pedro Kupang Siap Jalani Proses Hukum

Tidak Bisa Bayar Ganti Rugi, Tersangka Mantan Pimpinan Universitas San Pedro Kupang Siap Jalani Proses Hukum

Ini Duduk Perkara Yang Menjerat Mantan Pimpinan Universitas San Pedro Kupang

Ini Duduk Perkara Yang Menjerat Mantan Pimpinan Universitas San Pedro Kupang

Kabur Tiga Tahun Karena Kasus Penipuan dan Penggelapan, Mantan Pimpinan Universitas San Pedro Kupang Diamankan Polisi

Kabur Tiga Tahun Karena Kasus Penipuan dan Penggelapan, Mantan Pimpinan Universitas San Pedro Kupang Diamankan Polisi

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Sejumlah Gudang di Alak

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Sejumlah Gudang di Alak

Ditemukan Tersesat di Pasar, Polsii Bantu Pulangkan Seorang Lansia

Ditemukan Tersesat di Pasar, Polsii Bantu Pulangkan Seorang Lansia

Komentar
Berita Terbaru