Kamis, 08 Januari 2026

Usai Pesta, Puluhan Warga Amarasi Barat-Kupang Diduga Keracunan Makanan

Imanuel Lodja - Kamis, 30 Oktober 2025 17:42 WIB
Usai Pesta, Puluhan Warga Amarasi Barat-Kupang Diduga Keracunan Makanan
net
Ilustrasi.

digtara.com -Puluhan warga Desa Tunbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, NTT diduga keracunan makanan usai mengikuti acara pesta pada Minggu (26/10/2025).

Baca Juga:

Mereka mengalami mual, sakit kepala, pusing, muntah dan mencret.

Sebanyak 25 orang warga dilarikan ke Puskesmas Baun, Kecamatan Amarasi Barat untuk menndapatkan perawatan medis.

Beberapa warga dirujuk ke rumah sakit yang lebih memadai di Kota Kupang guna mendapatkan layanan kssehatan yang lebih maksimal.

Baca Juga:
Hingga Kamis (30/10/2025) masih ada warga yang menjalani perawatan intensif di Puskesmas dan rumah sakit.

Kapolsek Amarasi, Iptu Basilio Pereira yang dikonfirmasi wartawan membenarkan kejadian ini.

"Ya, benar ada kejadian itu. Masih ada yang dirawat di rumah sakit dan Puskesmas Baun," ujarnya pada Kamis petang.

Ia membenarkan kalau warga sebelumnya mengkonsumsi makanan di tempat acara syukuran nikah pada Minggu, 26 Oktober 2025 di Desa Tunbaun.

Pesta pada Minggu malam digelar di kediaman Dina Nitti di RT 10/RW 05, Dusun 3, Desa Tunbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang.

"Pada saat acara, warga mengkonsumsi makanan. Para tamu undangan banyak yang mual dan (mengalami) gejala-gejala keracunan," ujarnya.

Baca Juga:
Gejala tersebut dirasakan warga hingga Senin, 27 Oktober 2025. "Sampai saat ini masih ada yang dirawat di Puskesmas Baun diduga keracunan makanan olahan yang disajikan pada acara tersebut," tambah mantan KBO Satreskrim Polres Kupang ini.

Aparat kepolisian sudah mendatangi rumah para korban dan membantu edukasi untuk dibawa ke Puskesmas Baun.

Kapolsek dan anggota juga berkoordinasi dengan pihak Dinkes kabupaten Kupang.

"tim Polsek Amarasi saat ini masih di Puskesmas Baun untuk koordinasi," tandasnya.

Polisi juga menghimbau kepada warga yang mengalami keracunan untuk ke petugas medis dan melakukan koordinasi untuk penyelidikan lanjut.

Diakui kalau pihaknya baru mendapat informasi ini pada Selasa. 28 Oktober 2025 pagi.

Baca Juga:
"Kami kemudian melakukan koordinasi dengan pihak tenaga kesehatan untuk proses penyelidikan lanjut dan tim Dinkes Kabupaten Kupang lagi melakukan monitoring observasi di lapangan di rumah sakit dan puskesmas Baun guna mengambil sampel pasien yang keracunan," tandasnya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Dua Kasus KDRT Pasutri Muda di Maulafa-Kota Kupang Didamaikan

Dua Kasus KDRT Pasutri Muda di Maulafa-Kota Kupang Didamaikan

Penghuni Tidur Pulas, Rumah Tinggal di Naibonat- Kupang Timur Terbakar

Penghuni Tidur Pulas, Rumah Tinggal di Naibonat- Kupang Timur Terbakar

Tertangkap Berduaan Dengan Selingkuhan, Pria di Kota Kupang Malah Aniaya Istri Sah

Tertangkap Berduaan Dengan Selingkuhan, Pria di Kota Kupang Malah Aniaya Istri Sah

Antar Pacar Pulang, Pria di Kota Kupang Malah Dianiaya Kakak Pacarnya

Antar Pacar Pulang, Pria di Kota Kupang Malah Dianiaya Kakak Pacarnya

Terkesan Dengan Pelayanan Prima, Pasien dan Keluarga Beri Apresiasi Tulus Pada RS St Carolus Boromeus Kupang

Terkesan Dengan Pelayanan Prima, Pasien dan Keluarga Beri Apresiasi Tulus Pada RS St Carolus Boromeus Kupang

Lebih Rendah Dari Tuntutan Oditur Militer, Dankipan A Yon TP 834/WM Nagekeo Divonis 8 Tahun Penjara

Lebih Rendah Dari Tuntutan Oditur Militer, Dankipan A Yon TP 834/WM Nagekeo Divonis 8 Tahun Penjara

Komentar
Berita Terbaru