Selasa, 28 April 2026

Jaga Stabilitas Pangan di NTT, Polda NTT Dan Instansi Terkait Gelar Rakorda Pengawasan Harga Beras

Imanuel Lodja - Rabu, 22 Oktober 2025 17:58 WIB
Jaga Stabilitas Pangan di NTT,  Polda NTT Dan Instansi Terkait Gelar Rakorda Pengawasan Harga Beras
ist
Irwasda Polda NTT dan para pemangku kepentingan saat Rakorda pengawasan harga beras di Mapolda NTT

digtara.com -Polda NTT dan instansi terkait berkomitmen menjaga stabilitas harga beras serta menjamin ketersediaan stok pangan bagi masyarakat di NTT.

Baca Juga:

Polda NTT pun menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) terkait permasalahan beras di wilayah hukum Polda NTT.

Rakorda ini dibuka Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) Polda NTT, Kombes Pol Murry Mirranda, Rabu (22/10/2025).

Rakorda dihadiri sejumlah pemangku kepentingan strategis dari pemerintah pusat, daerah, hingga pelaku usaha beras di wilayah NTT.

Baca Juga:
Kegiatan turut dihadiri perwakilan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kombes Pol Nasriadi selaku Analis Madya Dittipideksus Bareskrim Polri, Kepala Divisi Regional Bulog Wilayah NTT dan tim, serta kepala dinas terkait seperti Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Penanaman Modal dan PTSP, serta Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT.

Tak ketinggalan, para distributor utama beras di wilayah NTT seperti CV Panca Sakti, CV Sumber Cipta, CV Sampurna, dan CV NAM turut berpartisipasi dalam rapat strategis ini.

Kombes Pol Murry Mirranda menegaskan bahwa Rakorda ini merupakan bagian dari langkah konkret Polda NTT dalam mendukung program kerja Presiden Republik Indonesia dalam bidang ketahanan pangan nasional, khususnya dalam menjaga stabilitas harga beras.

"Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai wilayah kepulauan dan berbatasan langsung dengan negara lain memiliki kerawanan terhadap fluktuasi harga bahan pokok, terutama beras. Maka, melalui kegiatan Rakorda ini kita ingin memastikan sinergitas antarinstansi dan pelaku usaha agar distribusi pangan berjalan dengan baik dan harga tetap terkendali," ujar Kombes Murry.

Ia menyampaikan bahwa Polda NTT melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus selaku Satgasda Pangan telah melakukan berbagai langkah seperti pengecekan gudang, pengawasan pasar dan pelabuhan, operasi pasar murah, serta penegakan hukum secara selektif.

"Penegakan hukum adalah upaya terakhir yang kami lakukan. Kami lebih mengedepankan pendekatan administratif dan pembinaan. Namun demikian, jika terdapat mafia pangan yang berupaya memainkan harga, maka kami tidak akan ragu mengambil langkah tegas sesuai hukum yang berlaku," tegasnya.

Baca Juga:
Kombes Murry juga menekankan pentingnya komitmen para pelaku usaha untuk tidak menjual beras melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Diduga Terlibat Kasus BBM, Dua Anggota Polres Manggarai Timur Di-non aktifkan Dari Jabatan Fungsional

Diduga Terlibat Kasus BBM, Dua Anggota Polres Manggarai Timur Di-non aktifkan Dari Jabatan Fungsional

700 Calon Bintara Polri Tahun 2026 Gugur Pemeriksaan Kesehatan I

700 Calon Bintara Polri Tahun 2026 Gugur Pemeriksaan Kesehatan I

Tersisa 45 Catar Akpol di Panda Polda NTT

Tersisa 45 Catar Akpol di Panda Polda NTT

Tersangka Anak Diserahkan ke Jaksa, Dua Tersangka Lain Menunggu Petunjuk Jaksa

Tersangka Anak Diserahkan ke Jaksa, Dua Tersangka Lain Menunggu Petunjuk Jaksa

Dilatih Polres Rote Ndao Selama Dua Pekan, Puluhan Satpam Siap Bekerja

Dilatih Polres Rote Ndao Selama Dua Pekan, Puluhan Satpam Siap Bekerja

Stok Beras Bulog Sumut Aman 4 Bulan, Capai 61.000 Ton untuk Jaga Ketahanan Pangan

Stok Beras Bulog Sumut Aman 4 Bulan, Capai 61.000 Ton untuk Jaga Ketahanan Pangan

Komentar
Berita Terbaru