Selasa, 10 Maret 2026

Siswa Sekolah Dasar di Kabupaten TTS-NTT Diduga Dianiaya Guru Hingga Tewas

Imanuel Lodja - Sabtu, 11 Oktober 2025 08:10 WIB
Siswa Sekolah Dasar di Kabupaten TTS-NTT Diduga Dianiaya Guru Hingga Tewas
net
Ilustrasi.

digtara.com -Yavenok, salah satu guru di SD Inpres Kecamatan Santian, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT dilaporkan ke polisi atas dugaan penganiayaan yang menyebabkan salah satu siswa berusia 10 tahun sakit dan meninggal dunia.

Baca Juga:

Aksi kekerasan ini terjadi pada Jumat, 26 September 2025 siang sekitar pukul 12.00 Wita di sekolah tersebut usai jam pelajaran.

Namun kerabat korban, Sarlisa (37) baru melaporkan kasus dugaan penganiayaan terhadap anak hingga meninggal dunia ke Polsek Boking, Polres TTS pada Kamis, 9 Oktober 2025.

Sarlisa menyebutkan kalau dugaan penganiayaan tersebut dilakukan terlapor hingga korban meninggal dunia.

Baca Juga:
Korban dikabarkan meninggal dunia pada Kamis, 2 Oktober 2025 lalu pasca dianiaya sang guru mata pelajaran pendidikan jasmani ini menggunakan batu.

Pasca dianiaya oleh oknum guru tersebut, korban tidak menceritakan kepada orang tuanya hingga meninggal dunia satu pekan setelah diduga dianiaya sang guru.

Dugaan korban meninggal akibat dianiaya sang guru baru terungkap setelah korban meninggal dan sejumlah rekan korban datang melayat.

Para siswa ini kemudian bercerita kalau korban dan rekan-rekannya sempat dipukuli oleh Yavenok pada Jumat (26/9/2025) siang.

Mereka dipukuli karena tidak mengikuti latihan upacara pada Minggu (21/9/2025) di sekolah.

Rekan korban mengakui kalau korban dipukuli menggunakan batu pada bagian kepala dan saat itu korban sempat pingsan.

Baca Juga:
Cerita rekan korban ini sesuai dengan kondisi korban sebelum meninggal dunia. Saat itu korban mengalami benjolan di ubun-ubun dan kepala bagian belakang.

Ibu korban sempat menginterogasi korban perihal benjolan di kepala dan diakui korban kalau ia dianiaya guru olahraga menggunakan batu.

Walau sempat mengeluh sakit, korban tidak banyak bicara. setelah pulang sekolah, korban langsung tidur dan bermain seperti biasa.

Korban mulai terserang demam dan meriang pada Sabtu (27/9/2025) hingga Senin (29/9/2025).

Orang tua awalnya berpikir kalau korban hanya sakit biasa, namun korban mengeluhkan rasa sakit pada kepala yang diduga akibat dipukuli sang guru.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Pelaku Penganiayaan IRT di Rote Ndao Ditangkap di Kupang

Pelaku Penganiayaan IRT di Rote Ndao Ditangkap di Kupang

Tiga Mahasiswa di Kupang Diamankan Polisi Pasca Aniaya Rekannya

Tiga Mahasiswa di Kupang Diamankan Polisi Pasca Aniaya Rekannya

Gara-gara Uang Rp 5.000 Saat Main Billiard, Warga di Rote Ndao Dianiaya Rekannya

Gara-gara Uang Rp 5.000 Saat Main Billiard, Warga di Rote Ndao Dianiaya Rekannya

Pukul Warga Tanpa Sebab dan Video Viral di Medsos, Warga Batuplat-Kupang Diamankan Resmob Polda NTT

Pukul Warga Tanpa Sebab dan Video Viral di Medsos, Warga Batuplat-Kupang Diamankan Resmob Polda NTT

Tim Satgas Sapu Bersih Polres TTS Pantau Harga Sembako di Pasar Inpres SoE

Tim Satgas Sapu Bersih Polres TTS Pantau Harga Sembako di Pasar Inpres SoE

Dua Pemuda di Kupang Aniaya Ibu Hamil, Polisi Damaikan

Dua Pemuda di Kupang Aniaya Ibu Hamil, Polisi Damaikan

Komentar
Berita Terbaru