Prihatin Dengan Kisah Bocah Disabilitas, Kapolres TTU Gandeng Pemda Bangun Rumah Layak Huni
digtara.com -Kisah Adelino Arsenio Loka Nino (Lino), bocah berusia 10 tahun asal Dusun C, Desa Kuanek, Kecamatan Bikomi Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT cukup memprihatinkan.
Baca Juga:
Kondisi Lino yang bisu dan tuli diunggah oleh dr. Geo Lopes melalui Instagram, hingga mengetuk hati berbagai pihak, termasuk Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote.
Lino merupakan penyandang disabilitas karena tuli dan bisu sejak ditabrak sepeda motor dan mengalami benturan di kepala sejak usia empat tahun.
Baca Juga:Akhir pekan lalu, Kapolres TTU bersama jajaran mengunjungi langsung rumah keluarga Lino.
Kapolres diterima orang tua Lino, Petrus Nino dan Rasina Harianja. "Terima kasih ibu Kapolres sudah datang membantu kami," ujar Rasina.
Rumah sederhana yang mereka huni selama sembilan tahun ini berdinding bambu rapuh yang ditopang dengan kayu agar tidak roboh.
Menyadari keadaan itu, Kapolres kemudian menggandeng Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, untuk berkoordinasi.
Pertemuan itu menghasilkan komitmen bersama untuk membantu keluarga Lino. "Kita akan bantu buatkan rumah layak huni bagi keluarganya," tegas Bupati Falen.
Baca Juga:Lino mengalami kehilangan pendengaran dan bicara sejak usia empat tahun setelah dua kali mengalami kecelakaan dengan benturan di kepala.
Trauma kepala pada anak berisiko mengganggu saraf pendengaran dan perkembangan bahasa.
Akibatnya, Lino mengalami tunarungu sensorineural, yaitu kondisi di mana kerusakan terjadi pada saraf atau koklea (rumah siput) di telinga dalam.
Implan koklea adalah alat elektronik yang ditanam melalui pembedahan di telinga dalam untuk menggantikan fungsi saraf pendengaran.
Prosedur ini memungkinkan anak mengenali suara, meski tetap memerlukan terapi wicara dan rehabilitasi jangka panjang.
Baca Juga:Di Indonesia, biaya implan koklea bervariasi antara Rp 250 juta hingga Rp 400 juta per telinga, tergantung rumah sakit dan jenis perangkat yang digunakan.
Beberapa rumah sakit rujukan seperti RSCM Jakarta, RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, dan RS Dr. Soetomo Surabaya telah memiliki fasilitas ini.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa lebih dari 80 persen anak dengan implan koklea dapat mengembangkan kemampuan mendengar dan berkomunikasi secara lebih baik, terutama bila tindakan dilakukan sejak dini dan didukung dengan terapi intensif.
Tiga Terduga Tindak Pidana PETI di Sumba Timur Diproses Hukum
Mangkir Dari Panggilan, Polres Belu Layangkan Lagi Panggilan Bagi RS Tersangka Kasus Pencabulan
Tiga Warga TTU Disekap dan Dianiaya di Malaka
Hujan Deras Rendam Sejumlah Rumah di Belu dan Lahan Pertanian Tergenang Air
Sejumlah Remaja Pria di Flores Timur-NTT Jadi Korban Pencabulan Sesama Jenis dengan Ancaman Benda Tajam