Sabtu, 10 Januari 2026

Prihatin Dengan Kisah Bocah Disabilitas, Kapolres TTU Gandeng Pemda Bangun Rumah Layak Huni

Imanuel Lodja - Senin, 06 Oktober 2025 09:50 WIB
Prihatin Dengan Kisah Bocah Disabilitas, Kapolres TTU Gandeng Pemda Bangun Rumah Layak Huni
ist
Kapolres TTU AKBP Eliana Papote mendatangi kediaman bocah disabilitas dan membantu pembangunan rumah tinggal

digtara.com -Kisah Adelino Arsenio Loka Nino (Lino), bocah berusia 10 tahun asal Dusun C, Desa Kuanek, Kecamatan Bikomi Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT cukup memprihatinkan.

Baca Juga:

Kisah dan keberadaan Lino kini mendapat perhatian luas setelah kisahnya viral di media sosial.

Kondisi Lino yang bisu dan tuli diunggah oleh dr. Geo Lopes melalui Instagram, hingga mengetuk hati berbagai pihak, termasuk Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote.

Lino merupakan penyandang disabilitas karena tuli dan bisu sejak ditabrak sepeda motor dan mengalami benturan di kepala sejak usia empat tahun.

Baca Juga:
Akhir pekan lalu, Kapolres TTU bersama jajaran mengunjungi langsung rumah keluarga Lino.

Kapolres diterima orang tua Lino, Petrus Nino dan Rasina Harianja. "Terima kasih ibu Kapolres sudah datang membantu kami," ujar Rasina.

Rumah sederhana yang mereka huni selama sembilan tahun ini berdinding bambu rapuh yang ditopang dengan kayu agar tidak roboh.

Lantainya masih tanah, hanya ada satu kamar tidur dan dapur. Tidak ada tempat tidur layak, hanya selembar karpet plastik sebagai alas. "Rumah ini tidak layak huni," kata Kapolres singkat, menahan keprihatinan.

Menyadari keadaan itu, Kapolres kemudian menggandeng Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, untuk berkoordinasi.

Pertemuan itu menghasilkan komitmen bersama untuk membantu keluarga Lino. "Kita akan bantu buatkan rumah layak huni bagi keluarganya," tegas Bupati Falen.

Baca Juga:
Lino mengalami kehilangan pendengaran dan bicara sejak usia empat tahun setelah dua kali mengalami kecelakaan dengan benturan di kepala.

Trauma kepala pada anak berisiko mengganggu saraf pendengaran dan perkembangan bahasa.

Akibatnya, Lino mengalami tunarungu sensorineural, yaitu kondisi di mana kerusakan terjadi pada saraf atau koklea (rumah siput) di telinga dalam.

Dalam dunia medis, terdapat dua solusi utama bagi anak dengan kondisi seperti Lino yakni alat bantu dengar (Hearing Aid) – efektif untuk gangguan ringan hingga sedang dan implan koklea (Cochlear Implant) – direkomendasikan untuk gangguan pendengaran berat hingga total.

Implan koklea adalah alat elektronik yang ditanam melalui pembedahan di telinga dalam untuk menggantikan fungsi saraf pendengaran.

Prosedur ini memungkinkan anak mengenali suara, meski tetap memerlukan terapi wicara dan rehabilitasi jangka panjang.

Baca Juga:
Di Indonesia, biaya implan koklea bervariasi antara Rp 250 juta hingga Rp 400 juta per telinga, tergantung rumah sakit dan jenis perangkat yang digunakan.

Beberapa rumah sakit rujukan seperti RSCM Jakarta, RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, dan RS Dr. Soetomo Surabaya telah memiliki fasilitas ini.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa lebih dari 80 persen anak dengan implan koklea dapat mengembangkan kemampuan mendengar dan berkomunikasi secara lebih baik, terutama bila tindakan dilakukan sejak dini dan didukung dengan terapi intensif.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Terima 984 Laporan Polisi Selama Tahun 2025, Polres TTS Tuntaskan 55 Persen Kasus

Terima 984 Laporan Polisi Selama Tahun 2025, Polres TTS Tuntaskan 55 Persen Kasus

NTT Jadi Lumbung Jagung Nasional, Kapolda NTT Pimpin Panen Raya Jagung Kuartal IV 2025

NTT Jadi Lumbung Jagung Nasional, Kapolda NTT Pimpin Panen Raya Jagung Kuartal IV 2025

Dugaan Kekerasan Warga dan Anggota Polisi Diselesaikan Secara Damai

Dugaan Kekerasan Warga dan Anggota Polisi Diselesaikan Secara Damai

Penyandang Disabilitas di Manggarai Timur Dapat Bantuan dari Kapolda NTT

Penyandang Disabilitas di Manggarai Timur Dapat Bantuan dari Kapolda NTT

Polres Malaka Tetapkan Dan Tahan Tujuh Orang Tersangka Kasus Tawuran

Polres Malaka Tetapkan Dan Tahan Tujuh Orang Tersangka Kasus Tawuran

Rumah Pedagang Kue di Kota Kupang Terbakar di Akhir Tahun

Rumah Pedagang Kue di Kota Kupang Terbakar di Akhir Tahun

Komentar
Berita Terbaru