Masyarakat Ngada Buat Petisi Tolak Pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae
Baca Juga:
Petisi yang dibuat oleh Mercy Jasinta ini telah ditandatangani oleh ratusan orang.
"Kami yang bertanda tangan di bawah ini adalah keluarga besar, masyarakat Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur, serta sahabat dan rakyat kecil yang mencintai keadilan," tulisnya dalam laman change.org.
"Kami menyatakan sikap menolak keputusan pemecatan tidak dengan hormat (PTDH) terhadap Kompol Kosmas Kaju Gae," tambah Mercy Jasinta.
Menurut Mercy Jasinta, Kompol Cosmas adalah putra Laja – Ngada, sosok yang sejak muda telah mendedikasikan hidupnya untuk bangsa.
Cosmas dinilai telah mengabdi di kepolisian dengan keberanian dan tanggung jawab.
Bahkan, pada saat demonstrasi besar di Jakarta, ia berada di garda terdepan untuk menyelamatkan banyak orang, termasuk pejabat negara.
"Bagi kami, beliau adalah pahlawan yang mengharumkan nama daerah dan keluarga besar," ungkap Mercy Jasinta dalam petisi.
Mercy Jasinta menyatakan, sebagai orang Ngada mereka tidak menutup mata bahwa ada peristiwa yang kini menjadi sorotan publik.
Namun meyakini bahwa hukuman pemecatan adalah sanksi yang terlalu berat dan tidak sebanding dengan seluruh pengabdian yang telah beliau berikan.
"Masih ada bentuk sanksi lain yang lebih manusiawi, lebih proporsional, tanpa harus meruntuhkan karier dan nama baik seorang putra daerah yang sudah puluhan tahun mengabdi," ujarnya.
Mercy Jasinta memohon kepada Kapolri dan KKEP untuk meninjau kembali keputusan pemecatan Kompol Cosmas Kaju Gae.
Ia menyarankan untuk memberikan sanksi yang lebih adil dan seimbang, yang tetap memberi ruang untuk rehabilitasi nama baik Kompol Cosmas Kaju Gae.
Mercy Jasinta juga berharap Kapolri dan KKEP mendengar suara hati masyarakat kecil dari Laja, Ngada, Flores, yang merasa sangat kehilangan. "Kami percaya Tuhan Maha Adil dan suara rakyat pun patut didengar," tulisnya
"Dari Ngada, dari Flores, doa-doa dan tanda tangan kami menjadi saksi bahwa Kompol Kosmas Kaju Gae tetaplah kebanggaan kami, tetaplah pahlawan kami," tutupnya.
Diguyur Hujan dan Arus Deras, Brimob Polda NTT Bangun Jembatan Darurat Bagi Anak Sekolah di Sumba Barat Daya
Jembatan Tuatuka-Kupang Dibangun Warga Bersama Anggota Brimob Polda NTT
Tiga Terduga Tindak Pidana PETI di Sumba Timur Diproses Hukum
Mangkir Dari Panggilan, Polres Belu Layangkan Lagi Panggilan Bagi RS Tersangka Kasus Pencabulan
Peduli Warga, Dansat Brimob Polda NTT Tegaskan Komitmennya Bangun Jembatan Penghubung di Desa Lipa