Jumat, 24 April 2026

Enam Ekor Perkici Timor Dilepasliarkan di Kawasan Hutan Lindung Gunung Lakaan

Imanuel Lodja - Rabu, 13 Agustus 2025 12:55 WIB
Enam Ekor Perkici Timor Dilepasliarkan di Kawasan Hutan Lindung Gunung Lakaan
ist
Tokoh masyarakat Dirun Kabupaten Belu dan petugas BBKSDA NTT melakukan pelepasliaran enam elor perkici Timor di kawasan hutan lindung gunung Lakaan, Rabu (13/8/2025)

digtara.com -Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Nusa Tenggara Timur melalui Seksi Konservasi Wilayah I melaksanakan pelepasliaran satwa liar.

Baca Juga:

Langkah ini sebagai upaya menjaga kelestarian satwa liar dilindungi dan mendukung keberlanjutan ekosistem,

Enam ekor Perkici Timor (Trichoglossus euteles) dilepasliarkan ke habitat alaminya di Kawasan Hutan Lindung Gunung Lakaan (Hutan Makes Benteng Tujuh Lapis), Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, NTT pada Rabu (13/8/2025).

Pelepasliaran ini merupakan tindak lanjut dari penyerahan satwa secara sukarela oleh pelaku perdagangan ilegal di wilayah Oenino, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Penyerahan tersebut telah dituangkan secara resmi dalam Berita Acara Nomor: BA.15/K.5/SKWI/GKM.4.5/8/2025.

Pelepasliaran dilaksanakan oleh tim Seksi KSDA Wilayah I yang dipimpin Kepala Seksi, Fabianus Bere Mau, bersama Muhamad Hayun Salim, Petrus Matroba Mali Bere, Piter Oematan, dan Yoseph Sepe.

Kegiatan diawali dengan ritual adat pelepasliaran oleh tokoh adat Sirigatal dihadiri Kepala Desa Dirun serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam ritual tersebut, dilakukan pembacaan tanda-tanda alam melalui urat perut ayam, yang secara tradisional diyakini sebagai petunjuk baik.

Berdasarkan hasil pembacaan tersebut, pelepasliaran diyakini akan membawa keberuntungan dan keberhasilan reproduksi bagi satwa di alam bebas.

Tokoh Adat Agustinus Bere Mau menyampaikan apresiasinya atas kehadiran BBKSDA NTT dalam mendukung pelestarian satwa.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi rutin kepada masyarakat sekitar terkait perlindungan terhadap tumbuhan dan satwa liar (TSL) yang dilindungi oleh peraturan perundang-undangan.

Menurutnya, masih banyak warga yang belum memiliki pemahaman yang memadai tentang pentingnya menjaga keanekaragaman hayati dan habitatnya.

Berita acara pelepasliaran turut diserahkan kepada Kepala Desa Dirun dan Tokoh Adat setempat.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Iseng, Bocah di Kupang Tembak Rekannya Dengan Senapan Angin Berujung Meninggal Dunia

Iseng, Bocah di Kupang Tembak Rekannya Dengan Senapan Angin Berujung Meninggal Dunia

Pria di Kupang Diamankan Polisi Pasca Ancam Warga Dengan Pisau

Pria di Kupang Diamankan Polisi Pasca Ancam Warga Dengan Pisau

IRT di Kabupaten TTS Sekarat Dianiaya dengan Parang

IRT di Kabupaten TTS Sekarat Dianiaya dengan Parang

Lansia di Flores Timur Dianiaya Dua Pemuda

Lansia di Flores Timur Dianiaya Dua Pemuda

Curi Perhiasan Emas Kerabat Untuk Miras, Pemuda di Kupang Dibekuk Tim Resmob Polresta Kupang Kota

Curi Perhiasan Emas Kerabat Untuk Miras, Pemuda di Kupang Dibekuk Tim Resmob Polresta Kupang Kota

Dibantu Istri Yang Kerja di SPBU, Guru di Sumba Barat Daya Timbun BBM di Rumah Tanpa Izin Resmi

Dibantu Istri Yang Kerja di SPBU, Guru di Sumba Barat Daya Timbun BBM di Rumah Tanpa Izin Resmi

Komentar
Berita Terbaru