Prada Lucky Namo Sempat Lari ke Ibu Angkat Sebelum Meninggal
Baca Juga:
Menurutnya, saat berlari ke rumah ibu angkatnya, Prada Lucky sempat menelepon dan memberitahukan bahwa dia dicambuk sehingga sejumlah anggota tubuh seperti tangan, kaki dan badan bagian belakang penuh luka.
"Saat itu mama angkatnya masih kompres dan gosok minyak," jelas Sepriana Mirpey, Sabtu (9/8/2025).
Prada Lucky Namo sempat mengaku bahwa yang menganiaya dia merupakan senior-seniornya. "Mama saya dipukul senior-senior," ujarnya saat itu.
Ia berharap penyidikan kasus kematian anaknya ini dilakukan secara adil dan transparan.
Sepriana Mirpey terima ketika anaknya meninggal dunia di medan perang bukan di tangan sesama anggota TNI AD.
"Anak saya mati sia-sia di tangan seniornya. Proses mereka, pecat bila perlu hukuman mati," tutup Sepriana Mirpey.
Di Masa Kepemimpinan AKBP Mirzal Maulana, Korban Penganiaya Miftahul Jannah Berharap Pelaku Dewi Segera Diproses
Terima 984 Laporan Polisi Selama Tahun 2025, Polres TTS Tuntaskan 55 Persen Kasus
Divonis Pecat dari Kesatuan TNI AD, 22 Penganiaya Prada Lucky Ajukan Banding
NTT Jadi Lumbung Jagung Nasional, Kapolda NTT Pimpin Panen Raya Jagung Kuartal IV 2025
Dugaan Kekerasan Warga dan Anggota Polisi Diselesaikan Secara Damai