Rabu, 22 Juli 2026

BPJPH Siapkan 88.384 Sertifikasi Halal Gratis bagi UMK di Sumut

Arie - Jumat, 01 Agustus 2025 17:56 WIB
BPJPH Siapkan 88.384 Sertifikasi Halal Gratis bagi UMK di Sumut
antaranews.com
BPJPH Siapkan 88.384 Sertifikasi Halal Gratis bagi UMK di Sumut.

digtara.com -Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menyiapkan kuota 88.384 sertifikasi halal gratis melalui program Sehati (Sertifikasi Halal Gratis) khusus untuk pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sepanjang tahun 2025.

Baca Juga:

"Komitmen ini meliputi fasilitasi 88.384 sertifikasi halal bagi pelaku UMK di 2025," ujar Wakil Kepala BPJPH Afriansyah Noor usai penandatanganan komitmen bersama BPJPH, Kemenag Sumut, Pemprov Sumut, dan 33 pemerintah kabupaten/kota se-Sumut di Medan, Kamis (30/7/2025).

Sumut Raih Kuota Tertinggi Nasional

Dari total kuota nasional, Sumatera Utara mendapat alokasi tertinggi dengan 40.384 sertifikat, menunjukkan posisi strategis provinsi ini dalam mendorong gerakan sertifikasi halal secara masif dan terstruktur.

Di tingkat kabupaten/kota, daerah dengan kuota tertinggi ada di Kota Medan dengan 9.768 sertifikat, sebagaimana melansir antaranews.com, Jumat (1/8/2025).

Berikutnya ada Kabupaten Asahan dengan 6.666 sertifikat, diikuti Deli Serdang dengan 4.850 sertifikat.

"Ketiganya adalah simpul pertumbuhan UMK di Sumut dan termasuk daerah paling aktif menyerap fasilitasi halal," jelas Afriansyah.

Selain itu, daerah lain juga mendapat alokasi signifikan yatu, Langkat: 3.250, Labuhanbatu: 2.532, Simalungun: 1.282, Padangsidimpuan: 1.478, Binjai: 1.304 dan Padang Lawas Utara: 1.028.

Bahkan, beberapa daerah dengan jumlah UMK yang lebih kecil tetap ikut berpartisipasi:

- Nias Barat: 2 sertifikat

- Nias Selatan: 19 sertifikat

- Toba: 51 sertifikat

- Samosir: 71 sertifikat

"Meski jumlahnya kecil, tapi ini membuktikan semangat halal sudah menjangkau daerah perbatasan dan kepulauan. Gerakan ini masif sekaligus inklusif," tegas Afriansyah.

Sertifikasi Halal Dorong Ekonomi Inklusif

Staf Ahli Gubernur Sumut bidang Ekonomi, Manna Wasalwa, menyebut bahwa pengembangan industri halal merupakan bagian dari transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

"Sumut memiliki lebih dari 870.000 pelaku UMK, dengan 99,6 persen di antaranya adalah usaha mikro dan kecil. Mereka menyumbang 46,51 persen terhadap PDRB provinsi," ungkapnya.

Menurutnya, fasilitasi sertifikasi halal tak sekadar urusan regulasi, melainkan membuka peluang ekonomi baru dan memperkuat sektor UMK.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
2.000 Pelari Padati Sukoharjo Spektakuler Run 2026, Ahmad Luthfi: Lari Sehat, UMKM Menguat

2.000 Pelari Padati Sukoharjo Spektakuler Run 2026, Ahmad Luthfi: Lari Sehat, UMKM Menguat

Anggota DPRD Sumut Fraksi PDIP Jonatan Tarigan Desak Plt Bupati Langkat Prioritaskan Perbaikan Jalan Rusak

Anggota DPRD Sumut Fraksi PDIP Jonatan Tarigan Desak Plt Bupati Langkat Prioritaskan Perbaikan Jalan Rusak

Pajak E-Commerce Mulai Berlaku 1 Agustus 2026, Siapa yang Wajib Bayar dan Bagaimana Mekanismenya?

Pajak E-Commerce Mulai Berlaku 1 Agustus 2026, Siapa yang Wajib Bayar dan Bagaimana Mekanismenya?

Imigrasi Sumut dan Kejati Perkuat Sinergi Pengawasan Orang Asing serta Penegakan Hukum

Imigrasi Sumut dan Kejati Perkuat Sinergi Pengawasan Orang Asing serta Penegakan Hukum

Sharia Financing Forum 2026, Cara Bank Indonesia Cari Solusi Penguatan Ekonomi UMKM

Sharia Financing Forum 2026, Cara Bank Indonesia Cari Solusi Penguatan Ekonomi UMKM

Ikut Bazar UMKM, Binaan Kanwil Ditjen Pas NTT Pamerkan Produk Warga Binaan

Ikut Bazar UMKM, Binaan Kanwil Ditjen Pas NTT Pamerkan Produk Warga Binaan

Komentar
Berita Terbaru