Warga Temukan Tulang dan Tengkorak, Diduga Adalah Warga Yang Hilang Tiga Bulan Lalu

digtara.com - Oksen Tapatan, warga di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) menemukan tengkorak dan tulang belulang manusia pada Jumat (11/7/2025).
Baca Juga:
Tulang dan tengkorak ini ditemukan di kawasan bantaran Sungai Boko Ka Ma'u dan sekitar Taman Nasional Mutis-Timau, Kecamatan Fatumnasi, Kabupaten TTS.
Diduga, tengkorak dan tulang tersebut adalah Metusalak Kolo, warga RT 10/RW 05, Desa Mutis, Kecamatan Fatumnasi, Kabupaten TTS.
Metusalak sendiri hilang sejak tiga bulan lalu. Keluarga dan warga masyarakat sudah pernah mencari Metusalak namun tidak ditemukan hingga penemuan tulang dan tengkorak ini.
Kapolres TTS, AKBP Hendra Dorizen yang dikonfirmasi terkait hal tersebut membenarkan. "Iya, benar ada temuan tulang dan tengkorak manusia dan sudah diidentifikasi," ujar Kapolres dalam keterangannya pada Jumat (11/7/2025) malam.
Oksen Tapatan sendiri merupakan paman korban yang menemukan tulang dan tengkorak tersebut saat menggembalakan ternak sapi di sekitar kawasan hutan Mutis.
Oksen menemukan tulang dan tengkorak manusia yang tercecer, lengkap dengan pakaian berupa baju dan jaket sweater yang dikenali sebagai milik korban.
Temuan tersebut segera dilaporkan kepada keluarga dan warga sekitar, yang kemudian memastikan identitas korban dan melaporkannya ke Polsek Mollo Utara.
Setelah menerima laporan, polisi langsung mengerahkan Tim Identifikasi Satreskrim Polres TTS bersama anggota Polsek Mollo Utara untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Hasil olah TKP serta keterangan tiga saksi, yaitu Maksimus Tapatab, Semuel L. G. Naben, dan Yermias Bana, menyebutkan bahwa korban telah meninggalkan rumah sejak 28 April 2025.
Selama ini keluarga telah berupaya mencari keberadaannya ke berbagai tempat, namun tidak membuahkan hasil.
Korban juga diketahui mengalami gangguan jiwa sejak usia 11 tahun dan sering berjalan tanpa arah tujuan.
Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat kelelahan dan jatuh di hutan yang jauh dari pemukiman warga, sehingga tidak ada yang menolong.
Hasil visum luar yang dilakukan oleh dokter Puskesmas Fatumnasi, dr. Sarlince Lette, yang didampingi perawat Adi Trisna Kamlasi, menunjukkan bahwa korban diperkirakan telah meninggal lebih dari satu bulan lalu.
Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, dan diduga jenazah telah dimangsa oleh hewan liar.
"Kesimpulan sementara dari hasil olah TKP, interogasi saksi, dan visum luar menyatakan bahwa korban meninggal secara wajar, diduga akibat gangguan jiwa yang dialaminya," ujar Kapolres.
Namun, untuk memastikan penyebab kematian secara pasti, seharusnya dilakukan visum et repertum dalam atau otopsi.
Akan tetapi, pihak keluarga menolak otopsi karena meyakini korban meninggal secara alami. Keluarga pun sudah membuat surat pernyataan penolakan otopsi dan ikhlas menerima kematian korban.

Dua Remaja Perempuan di Flores Timur-NTT Ditangkap Polisi Karena Curi Sepeda Motor

Satu Lagi Pelaku Pencurian Dengan Pemberatan Diserahkan Polsek Kota Lama ke Kejaksaan

Mulai Pulih, Korban Kekerasan Seksual di Manggarai Timur Segera Dimintai Keterangan

Jaga Kelestarian Lingkungan, Pemprov NTT Luncurkan SIPOPS

Korban Kapal Mati Mesin di Perairan Selat Rote-NTT Dievakuasi Selamat
