Kamis, 05 Maret 2026

Veki Poro dan Wene Lodo, Dua Pendaki Asal Kupang Hilang di Gunung Mutis-NTT

Imanuel Lodja - Senin, 30 Juni 2025 20:31 WIB
Veki Poro dan Wene Lodo, Dua Pendaki Asal Kupang Hilang di Gunung Mutis-NTT
ist
Veki Poro dan Wene Lodo, Dua Pendaki Asal Kupang Hilang di Gunung Mutis-NTT

digtara.com -Veki Poro dan Wene Lodo, dua orang pendaki gunung asal Kota Kupang, NTT hilang di gunung Mutis, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Baca Juga:

Keduanya bersama sejumlah rekannya mendaki gunung Mutis pada Sabtu (28/6/2025).

Rombongan pendaki bukit Babnain Mutis sebanyak 17 orang.

Rombongan pertama (Tim Kefamenanu-Atambua) sebanyak 11 orang terdiri dari sembilan orang pria dan dua orang wanita dengan ketua rombongan Arnoldus Bani.

Tim ini beranggotakan Arnoldus Bani (32), Hero Hardi Mooy (29), Denisius Mau (20), Petrus Ruben Tae (32) Alung (28), Diu Salem (29), Heri (30), Aren (27) dan Ion (27).

Dua pendaki wanita yakni Iren dan Queen asal Kota Kupang.

Rombongan kedua (Tim Kupang) sebanyak enam orang dengan ketua rombongan Veki Poro.

Tim beranggotakan Veki Poro, Wene Lodo, Bryan Heliana (19), Yosua Bessie (19), Josua Mesakh (19) dan Gland Imanuel (20).

"Mereka mendaki pada Sabtu dan hilang pada Minggu, 29 Juni 2025," ujar Iptu Wilco Mitang, Humas Polres TTU dalam keterangannya pada Senin (30/6/2025) malam.

Veki dan Wene tersesat di puncak Babnain Mutis, Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten TTU.

Kehilangan ini juga disampaikan Basarnas Kabupaten Belu ke Kapolsek Miomaffo Barat pada Minggu tengah malam.

Senin, 30 Juni 2025 pagi, Tim Basarnas Kabupaten Belu berjumlah 5 orang, satu orang Tagana Kaupaten TTU, enam Personil BPBD Kabupaten TTU dan lima anggota Polsek Miomaffo Barat menuju ke puncak Babnain Mutis untuk upaya pencarian terhadap dua orang pendaki yang tersesat.

Satu jam kemudian, rombongan pendaki Tim Kefamenanu-Atambua sebanyak empat orang yang selamat tiba di Polsek Miomaffo Barat.

Sekitar pukul 11.00 wita, dua orang pendaki dari Tim Kupang tiba di Mapolsek Miomaffo Barat, Bryan Heliana dan Yosua Bessie dalam keadaan sehat

Arnoldus Bani, Ketua Tim Rombongan Kefa-Atambua menjelaskan bahwa ia dan teman-teman berada dalam satu grup Instagram SBH Team sebagai kumpulan para pencinta alam dan explorer alam pulau Timor.

Mereka sudah merencanakan kegiatan ini selama satu minggu yang lalu.

Veki juga ingin bergabung bersama tim mereka sehingga pada Sabtu, 28 Juni 2025 petang sekitar 18.00 Wita, Arnoldus Bani dan Heru Mooy serta teman-teman lain berjumlah 11 orang berangkat dari rumah menuju Eban Kabupaten TTU.

Mereka bertemu dengan Veki serta enam teman lain dari Kupang di Desa Eban tepatnya di pertigaan cabang Kapan.

Mereka lalu berangkat menuju ke bukit Bijaesunan, Desa Tasinifu, Kecamatan Mutis, Kabupaten TTU dan tiba di Bukit Bijaesunan sekitar lukul 22.00 Wita dan mendirikan tenda (camp) lalu beristirahat.

Pada Minggu, 29 Juni 2025 pukul 06.30 Wita, rombongan dengan jumlah 17 orang (termasuk Veki dan Wene) berangkat ke puncak Babnain.

Setelah tiba di air terjun, mereka masih sempat berfoto.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Enam Ton Beras SPHP Didistribusikan ke Warga Kabupaten Kupang

Enam Ton Beras SPHP Didistribusikan ke Warga Kabupaten Kupang

WNI Tersangka Penyelundupan Manusia Diserahkan ke Kejari Kota Kupang

WNI Tersangka Penyelundupan Manusia Diserahkan ke Kejari Kota Kupang

Sidak Pasar Bersama Forkopimda, Polresta Kupang Kota Bakal Tindak Tegas Oknum Yang Melanggar Hukum

Sidak Pasar Bersama Forkopimda, Polresta Kupang Kota Bakal Tindak Tegas Oknum Yang Melanggar Hukum

Jemaah Umroh Asal NTT Diminta Tunda Agenda Umroh Saat Konflik Timur Tengah Menguat

Jemaah Umroh Asal NTT Diminta Tunda Agenda Umroh Saat Konflik Timur Tengah Menguat

Warga Demo Soal Perilaku Pengunjung TN Mutis, BBKSDA NTT Beri Sejumlah Penjelasan

Warga Demo Soal Perilaku Pengunjung TN Mutis, BBKSDA NTT Beri Sejumlah Penjelasan

Rumah Terbakar di Sumba Barat Daya, Satu Warga Dianiaya dengan Parang

Rumah Terbakar di Sumba Barat Daya, Satu Warga Dianiaya dengan Parang

Komentar
Berita Terbaru