Senin, 12 Januari 2026

Dukung Penetapan TN Mutis Timau, Masyarakat Adat di Kabupaten TTU Gelar Ritual Adat

Imanuel Lodja - Rabu, 19 Februari 2025 08:45 WIB
Dukung Penetapan TN Mutis Timau, Masyarakat Adat di Kabupaten TTU Gelar Ritual Adat
istimewa
Dukung Penetapan TN Mutis Timau, Masyarakat Adat di Kabupaten TTU Gelar Ritual Adat

digtara.com - Masyarakat adat di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT menggelar ritual adat bertajuk spiritual dan kultural pada Sabtu (15/2/2025).

Baca Juga:

Ritual ini digelar di dua lokasi Sonaf Kune'uf (Desa Fatunisuan) dan Sonaf Uskono (Noeltoko).

Ritual ini dilakukan untuk memohon restu Tuhan, alam, dan leluhur sekaligus menguatkan komitmen pelestarian alam melalui penetapan Taman Nasional (TN) Mutis Timau.

Prosesi ritual dengan memohon restu hingga menyatukan tradisi-modernisas di Sonaf Kune'uf, Oeble'u.

Ritual dipimpin tokoh adat setempat, termasuk Usif Wilem Kono dan Usif Soleman Balo Kune'uf.

Lokasi ini dipilih karena diyakini sebagai wilayah turunan langsung Kune'uf, pemilik sah Gunung Mutis Babnain.

Ternak babi jantan, ayam merah, lilin, sirih pinang, dan sopi digunakan sebagai simbol permohonan izin dalam ritual ini.

Hasilnya, leluhur Kune'uf diyakini menerima baik rencana TN Mutis Timau.

"Ritual ini bukan sekadar tradisi, tapi bentuk penghormatan pada leluhur dan alam. TN Mutis Timau harus sejalan dengan nilai adat kami," ujar Usif Soleman Balo Kune'uf usai ritual akhir pekan lalu.

Malam harinya, prosesi dilanjutkan di Sonaf Uskono, Noeltoko dipimpin Usif Aloysius Oenunu Kono.

Ritual dilakukan dengan pembakaran lilin di makam raja-raja Miomaffo dan tutur adat tentang sejarah Kerajaan Miomaffo yang terkait erat dengan Mutis Babnain.

Hasil serupa diperoleh: leluhur Uskono memberi restu untuk TN Mutis Timau.

TN Mutis Timau, yang mencakup kawasan hutan Mutis Babnain, tidak hanya menjadi sumber kehidupan tetapi juga pusat peradaban dan spiritual masyarakat adat Timor.

Penetapannya sebagai taman nasional diharapkan melindungi ekosistem sekaligus menjaga warisan leluhur.

"Ini bukti bahwa modernisasi dan tradisi bisa berjalan beriringan. Kami ingin pembangunan tetap menghargai kearifan lokal," tegas Usif Aloysius Oenunu Kono.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Terima 984 Laporan Polisi Selama Tahun 2025, Polres TTS Tuntaskan 55 Persen Kasus

Terima 984 Laporan Polisi Selama Tahun 2025, Polres TTS Tuntaskan 55 Persen Kasus

NTT Jadi Lumbung Jagung Nasional, Kapolda NTT Pimpin Panen Raya Jagung Kuartal IV 2025

NTT Jadi Lumbung Jagung Nasional, Kapolda NTT Pimpin Panen Raya Jagung Kuartal IV 2025

Dugaan Kekerasan Warga dan Anggota Polisi Diselesaikan Secara Damai

Dugaan Kekerasan Warga dan Anggota Polisi Diselesaikan Secara Damai

Polres Malaka Tetapkan Dan Tahan Tujuh Orang Tersangka Kasus Tawuran

Polres Malaka Tetapkan Dan Tahan Tujuh Orang Tersangka Kasus Tawuran

Rumah Pedagang Kue di Kota Kupang Terbakar di Akhir Tahun

Rumah Pedagang Kue di Kota Kupang Terbakar di Akhir Tahun

Bentrok Pemuda di Malaka-NTT, Satu Warga Dilaporkan Meninggal Dunia

Bentrok Pemuda di Malaka-NTT, Satu Warga Dilaporkan Meninggal Dunia

Komentar
Berita Terbaru