Tawuran Pemuda di Alor-NTT Berlanjut, Polisi Tingkatkan Patroli dan Pengamanan
"Tawuran itu melibatkan pemuda dari Kelurahan Wetabua dan Kampung Baru. Ada tujuh orang terkena panah dan lemparan batu," ujar Kapolres Alor, AKBP Supriadi Rahman, Sabtu petang.
Baca Juga:
Supriadi menuturkan kejadian itu berawal saat tiga pemuda dari Kelurahan Wetabua pergi ke Kampung Baru dan mengeluarkan kata-kata provokasi. Pemuda Kampung Baru yang tersulut emosi langsung melakukan penyerangan.
Aksi tawuran pun tak terhindarkan hingga tujuh orang terkena panah dan dua orang lainnya terkena lemparan batu. Polisi yang mendapati informasi terkait tawuran itu langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pembubaran.
"Anggota saya dari SPKT Polres Alor dan personel Brimob Kompi 4 Yon A Polda NTT dikerahkan semua untuk membantu pembubaran massa," ujar Supriadi.
Setelah upaya yang dilakukan oleh aparat keamanan, tawuran akhirnya berhasil dibubarkan. Kedua kelompok pemuda kemudian membubarkan diri. Sedangkan korban yang terkena panah langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kalabahi.
Supriadi menegaskan polisi masih berjaga di lokasi guna mencegah potensi bentrokan susulan. Terhadap pelaku pemanahan, polisi masih melakukan penyelidikan dan mencari para pelaku.
"Kami masih kumpulkan bukti-bukti dan mencari pelaku untuk proses lebih lanjut sesuai hukum dan aturan," imbuh Supriadi.
Dia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan kejadian tersebut. Hal itu bertujuan untuk menjaga ketertiban serta keamanan di lokasi kejadian.
Polres Sumba Timur dan Sumba Barat Daya Ungkap Sindikat Curanmor Antar Kabupaten
Pingsan Saat Berkendara, Penumpang Sepeda Motor di Kupang Ditolong Polantas ke Rumah Sakit
Lindungi Hak Tenaga Kerja, Desk Tenaga Kerja Sepakat Perlu Wadah Organisasi dan Sosialisasi Berbagai Regulasi
Terima 984 Laporan Polisi Selama Tahun 2025, Polres TTS Tuntaskan 55 Persen Kasus
NTT Jadi Lumbung Jagung Nasional, Kapolda NTT Pimpin Panen Raya Jagung Kuartal IV 2025