Jumat, 26 Juni 2026

Hendak Melahirkan, Ibu Hamil di Rote Ndao Dievakuasi dengan Mobil Polisi

Imanuel Lodja - Senin, 25 November 2024 08:00 WIB
Hendak Melahirkan, Ibu Hamil di Rote Ndao Dievakuasi dengan Mobil Polisi
istimewa
Hendak Melahirkan, Ibu Hamil di Rote Ndao Dievakuasi dengan Mobil Polisi

digtara.com - Atrina K. Wandal, warga Desa Baadale, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, NTT terpaksa dievakuasi dengan mobil polisi.

Baca Juga:

Atrina yang sedang hamil tua hendak melahirkan namun terkendala kendaraan saat hendak dibawa ke rumah sakit.

Pejabat kepala desa Baadale, Dedi Manafe kemudian mendatangi Polsek Lobalain guna meminta bantuan kendaraan operasional Polsek Lobalain untuk digunakan membantu Atrina yang hendak melahirkan.

Aksi sosial personel polsek Lobalain membantu warga yang membutuhkan penanganan medis inoi dilakukan pada (Sabtu 23/11/2024) lalu.

Atrina K Wandal yang akan melahirkan dan membutuhkan angkutan harus dibawa ke Puskemas Ba'a, Kabupaten Rote Ndao.

Kapolsek Lobalain, Iptu I Nyoman Suwasta langsung memerintahkan Briptu Gazali Badjeher dengan menggunakan kendaraan operasional Polsek Lobalain kendaraan double cabin menuju rumah Atrina di Desa Baadale.

Didampingi keluarga dan kepala desa Baadale Dedi Manafe menggunakan mobil double cabin, anggota Polsek Lobalain mengantar Atrina ke Puskesmas Ba'a untuk mendapatkan penanganan medis.

Atrina pun terbantu dan mendapatkan penanganan medis untuk melahirkan.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rote Ndao Punya Kampung Bebas Narkoba

Rote Ndao Punya Kampung Bebas Narkoba

Terapi USEFT Polres Rote Ndao Menyasar Tahanan dan Warga Binaan di Lapas Rote Ndao

Terapi USEFT Polres Rote Ndao Menyasar Tahanan dan Warga Binaan di Lapas Rote Ndao

Polisi di Selatan NKRI Sisihkan Gaji dan Remunerasi Untuk Bantu Warga Kurang Mampu

Polisi di Selatan NKRI Sisihkan Gaji dan Remunerasi Untuk Bantu Warga Kurang Mampu

Tidak Terima Ditegur Orang Tua, Siswa SMA Di Sumba Barat Daya Akhiri Hidup Dengan Gantung Diri

Tidak Terima Ditegur Orang Tua, Siswa SMA Di Sumba Barat Daya Akhiri Hidup Dengan Gantung Diri

Berkas Perkara Eksploitasi Seksual Anak Dibawah Umur P21, Tersangka Dilimpahkan ke Kejaksaan

Berkas Perkara Eksploitasi Seksual Anak Dibawah Umur P21, Tersangka Dilimpahkan ke Kejaksaan

Gara-gara Mangga Untuk Tolakan Miras, Pria di Sumba Timur Tewas Ditebas Dengan Parang

Gara-gara Mangga Untuk Tolakan Miras, Pria di Sumba Timur Tewas Ditebas Dengan Parang

Komentar
Berita Terbaru