Minggu, 25 Januari 2026

Polisi Segera Periksa Manajemen RSUD SK Lerik Pasca Tewasnya Bocah dalam IPAL

Imanuel Lodja - Rabu, 07 Agustus 2024 08:32 WIB
Polisi Segera Periksa Manajemen RSUD SK Lerik Pasca Tewasnya Bocah dalam IPAL
istimewa
Polisi Segera Periksa Manajemen RSUD SK Lerik Pasca Tewasnya Bocah dalam IPAL

Polisi langsung memasang garis polisi di lokasi kejadian sejak Selasa (6/8/2024) malam.

Baca Juga:

Affandra Muhammad Arsya Nasution alias Arzad Nasution, bocah berusia 7 tahun tewas setelah terjatuh ke dalam kolam Instalasi Pengolahan Air Limbah (Ipal) Rumah Sakit (RS) SK Lerik Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (6/8/2024).

Bocah laki-laki tersebut merupakan siswa kelas 1 SD di Kupang. Bocah tujuh tahun itu awalnya dijemput oleh ayahnya, Alwi dan dibawa ke RS SK Lerik. Sebab, ayahnya merupakan karyawan di RS SK Lerik.

Diketahui, bak penampung limbah tersebut tidak dipagari. Penutupnya juga hanya menggunakan seng bekas yang sudah keropos. Bak tersebut berukuran kedalaman sekitar dua meter dengan panjang lima meter dan lebar tiga meter.

Pihak Rumah Sakit Umum Daerah SK. Lerik Kupang belum ingin berkomentar atas kejadian tewasnya siswa SD yang yang terjatuh masuk dalam sebuah bak penampungan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) milik rumah sakit tersebut.

Direktur RSUD SK Lerik Kupang, drg Dian Sukmawati Arkiang, yang ingin diwawancarai atas peristiwa itu langsung naik ke mobil dan belum mau diwawancarai.

Ia langsung bergegas mengikuti keluarga korban pada Selasa petang dengan mobil dinasnya.

M. Mustafa (50), yang merupakan paman kandung korban sangat menyayangkan keamanan di rumah sakit itu.

Ia mengaku seharusnya pengamanan tempat limbah harusnya diperketat karena merupakan barang beracun.

Daud (38), salah seorang cleaning service di RSUD SK Lerik Kupang mengaku kalau sebelum kejadian mereka sedang melakukan briefing untuk pulang ke rumah.

Tiba - tiba ia mendengar informasi korban tenggelam di tempat IPAL. Daud bersama Rizal dan Aris langsung ke lokasi kejadian.

Mereka melihat ayah korban sedang berusaha mencari korban di dalam bak IPAL yang dipenuhi air dengan kedalaman kurang lebih 3 meter.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Gereja Yegar Sahaduta Belo Rusak Parah Diterjang Angin, Ibadah Minggu Bakal Digelar Dibawah Tenda

Gereja Yegar Sahaduta Belo Rusak Parah Diterjang Angin, Ibadah Minggu Bakal Digelar Dibawah Tenda

Satu Gereja dan Belasan Rumah Warga di Bello-Kupang Rusak Berat Disapu Angin Kencang

Satu Gereja dan Belasan Rumah Warga di Bello-Kupang Rusak Berat Disapu Angin Kencang

Curhat Dengan Polisi, Warga Liliba Keluhan Judi Sabung Ayam, Miras dan Praktek Kumpul Kebo

Curhat Dengan Polisi, Warga Liliba Keluhan Judi Sabung Ayam, Miras dan Praktek Kumpul Kebo

Karyawan Rumah Makan Teluk Rasa Ditemukan Tewas Diduga Tersengat Arus Listrik

Karyawan Rumah Makan Teluk Rasa Ditemukan Tewas Diduga Tersengat Arus Listrik

Tidak Disiplin, Lima Anggota Polresta Kupang Kota Diberi Sanksi Dinas

Tidak Disiplin, Lima Anggota Polresta Kupang Kota Diberi Sanksi Dinas

Polres Kupang Segera Punya Gedung Reskrim dan PPA Yang Baru

Polres Kupang Segera Punya Gedung Reskrim dan PPA Yang Baru

Komentar
Berita Terbaru