Senin, 13 Juli 2026

Direktur Polairud Polda NTT Dengarkan Keluhan Petani dan Nelayan di Kupang Barat

Imanuel Lodja - Jumat, 28 Juni 2024 21:01 WIB
Direktur Polairud Polda NTT Dengarkan Keluhan Petani dan Nelayan di Kupang Barat
istimewa
Direktur Polairud Polda NTT Dengarkan Keluhan Petani dan Nelayan di Kupang Barat

digtara.com - Warga masyarakat di Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang berdialog dengan Direktur Polairud Polda NTT, Kombes Pol Irwan Deffi Nasution.

Baca Juga:

Dialog ini dikemas dalam kegiatan Jumat Curhat pada Jumat (28/6/2024) di Pantai Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.

Dialog juga dihadiri Kapolsek Kupang Barat, Camat Kupang Barat, Kepala Desa Tablolong, Ketua Nelayan Tablolong, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, para ketua RT dan kwtua RW.

Kepala desa Tablolong menyebutkan kalauDesa Tablolong merupakan desa pesisir pantai dan semua masyarakat rata-rata sebagai nelayan.

Ia bersyukur dengan kegiatan Jumat curhat sebagai wadah tempat masyarakat menyampaikan saran, masukan dan kritik kepada Polri.

Kepala desa meminta bantuan Polri untuk membabtu mengatasi masalah limbah yang mengakibatkan kerugian di sektor mencari ikan dan rumput laut.

Dirpolairud Polda NTT menyebutkan kalau Jumat curhat merupakan program Kapolri dalam menampung aspirasi, saran, masukan dan kritik dari masyarakat secara langsung, sehingga Polri bisa berbenah dan dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Silahkan disampaikan apabila itu berhubungan dengan pemerintahan dan kebijakan maka kami akan melaporkan kepada pimpinan dalam hal ini bapak Kapolda NTT," ujarnya.

Ia juga mengingatkan tentang masalah judi online yang menjadi atensi khusus presiden.

Dalam sesi dialog, sejumlah warga menyampaikan berbagai keluhan dan masukan.

Welem Langi menanyakan soal prosedur laporan kasus penghinaan. Dir Polairud mengingatkan agar laporan harus mempunyai bukti yang cukup sehingga tidak terjadi pelaporan balik.

Salah satu ketua RW, Carles Makson mengeluhkan soal penyakit rumput laut akibat limbah dari perusahaan dan berharap aparat bisa menelusurinya.

"Kami akan menurunkan anggota untuk mengecek limbah ini dari kapal atau dari perusahaan. Kami juga akan mengecek ijin Amdal atau kemana pembuangan limbahnya," ujar Dir Polairud Polda NTT.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
ASN di Kupang-NTT Meninggal dalam Kecelakaan Tunggal

ASN di Kupang-NTT Meninggal dalam Kecelakaan Tunggal

Bayi Temuan Warga Dalam Hutan Dirawat Intensif, Polisi Selidiki Pelaku Buang Bayi

Bayi Temuan Warga Dalam Hutan Dirawat Intensif, Polisi Selidiki Pelaku Buang Bayi

Bayi Perempuan Dalam Kardus Ditemukan Dalam Hutan

Bayi Perempuan Dalam Kardus Ditemukan Dalam Hutan

14 WNA Uzbekistan Over Stay, Kantor Imigrasi Dalami Dugaan TPPM

14 WNA Uzbekistan Over Stay, Kantor Imigrasi Dalami Dugaan TPPM

Gelar Aksi di Depan Gedung DPRD NTT, Dokter dan Nakes di Kupang Minta Pecat Tiga Anggota DPRD TTU

Gelar Aksi di Depan Gedung DPRD NTT, Dokter dan Nakes di Kupang Minta Pecat Tiga Anggota DPRD TTU

Tidak Bisa Bayar Ganti Rugi, Tersangka Mantan Pimpinan Universitas San Pedro Kupang Siap Jalani Proses Hukum

Tidak Bisa Bayar Ganti Rugi, Tersangka Mantan Pimpinan Universitas San Pedro Kupang Siap Jalani Proses Hukum

Komentar
Berita Terbaru