Rabu, 10 Juni 2026

Perjuangan Pemuda Asal Alor Ikut Tes Polri, Rela Jalan Kaki Demi ke Lokasi Tes

Imanuel Lodja - Sabtu, 04 Mei 2024 08:30 WIB
Perjuangan Pemuda Asal Alor Ikut Tes Polri, Rela Jalan Kaki Demi ke Lokasi Tes
istimewa
Piter Lanani (18) berpikir keras untuk merubah kehidupan orang tua dan saudaranya.

Piter membeli tiket Rp 111.000 dan tersisa Rp 44.000 yang dipakai untuk jasa ojek dari pelabuhan Tenau ke rumah kerabatnya Ima Lohomai di Kelurahan Nunhila Kecamatan Alak, Kota Kupang dan modal untuk datang ke Polda NTT.

Baca Juga:

Karena para Casis diwajibkan memakai kemeja batik maka Piter pun meminjam baju batik, celana panjang kain dan sepatu milik temannya.

Begitu pula saat mengikuti pemeriksaan kesehatan I di Sansiro Pitoby sport Center, ia meminjam kaos putih dan celana putih dari rekannya.

Para peserta sebelum ke lokasi tes dikumpulkan di Polda NTT pada pukul 05.00 wita untuk diangkut dengan bus ke lokasi tes.

Piter pun harus berjalan kaki sejak pukul 03.00 wita dari Kelurahan Nunhila ke Polda NTT untuk menumpang bus ke lokasi tes.

Seluruh aktivitas dari rumah ke Polda NTT atau lokasi tes dilakukan dengan berjalan kaki.

"Saya sudah terbiasa jalan kaki jadi karena tidak ada ongkos maka saya tetap jalan kaki," ujar Piter.

Sepanjang hari selama pelaksanaan pemeriksaan kesehatan I pada Jumat (3/5/2024), Piter pun dibelikan makan siang dan minum oleh rekannya.

Malam hari, Piter pun mendapatkan jatah makan dari panitia karena ia sama sekali tidak memiliki uang.

"Keinginan saya (ikut tes polisi) hanya untuk membanggakan orang tua dan keluarga di kampung," ujar Piter saat ditemui di Pitoby Sport Center Jumat (3/5/2024) malam usai pengumuman hasil seleksi kesehatan I.

Ia juga bertekad berusaha sekuat tenaga mengikuti setiap tahapan seleksi.

Piter menyadari kalau ia sama sekali belum memiliki gambaran soal tes psikologi dan tahapan selanjutnya.

Namun ia bertekad berusaha untuk mendapatkan hasil terbaik.

"Semoga perjuangan saya berhasil," ujarnya.

Tekad untuk menjadi anggota Polri sangat kuat karena ketiga kakak dan adiknya putus sekolah dan orang tua hanyalah petani biasa.

"Saya mau banggakan orangtua yang serba kekurangan di kampung," ujarnya dengan suara bergetar.

Saat datang dari Alor, Piter hanya membawa pakaian seadanya dan berkas-berkas untuk kepentingan seleksi penerimaan anggota Polri.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tangani Sejumlah Kasus, Polres Alor Amankan Sajam dan Senpira

Tangani Sejumlah Kasus, Polres Alor Amankan Sajam dan Senpira

Dua Perwira Polres Sabu Raijua Dimutasi

Dua Perwira Polres Sabu Raijua Dimutasi

Tidak Ada Ruang Bagi Pelaku Kriminal, Polda NTT Ungkap 76 Kasus Kejahatan Konvensional

Tidak Ada Ruang Bagi Pelaku Kriminal, Polda NTT Ungkap 76 Kasus Kejahatan Konvensional

Persoalan Antara Anggota Brimob dan Warga Alor Berujung Damai, Korban Pilih Cabut Laporan Polisi

Persoalan Antara Anggota Brimob dan Warga Alor Berujung Damai, Korban Pilih Cabut Laporan Polisi

Pelatihan USEFT, Cara Kapolda NTT Bantu anggota Polri Atasi Masalah Mental dan Emosional

Pelatihan USEFT, Cara Kapolda NTT Bantu anggota Polri Atasi Masalah Mental dan Emosional

Tim Puslitbang Polri Teliti Optimalisasi Almatsus Dalmas dan Peran Polri dalam Ketahanan Pangan di NTT

Tim Puslitbang Polri Teliti Optimalisasi Almatsus Dalmas dan Peran Polri dalam Ketahanan Pangan di NTT

Komentar
Berita Terbaru