Empat Nelayan di Sikka Melaut Saat Cuaca Ekstrim, Tiga Orang Selamat dan Satu Hilang
Setelah tiba dipantai (tempat lokasi yang biasa nelayan menyimpan perahu), ia tidak menemukan tanda-tanda keberadaan bapak dan kakaknya.
Baca Juga:
Ia pun kembali menggunakan sepeda motor dan pergi mencari bapak dan kakaknya di pantai seputaran Desa Du, Kabupaten Sikka.
Saverius sempat melihat ada cahaya di laut persisnya di pantai Napungnao sehingga ia menuju pantai dan memanggil-manggil nama bapak dan kakaknya.
Saverius melihat ada cahaya senter yang terapung mendekati pantai. Ia kemudian mengambil senter tersebut karena menduga kalau senter tersebut dipegang oleh bapaknya.
Setelah mengambil senter atau sekitar 5 menit kemudian, kakaknya Steventis sudah selamat sampai di pantai.
Saverius dan Steventis pun berusaha mencari bapak mereka namun hingga Selasa (12/3/2024) belum juga ditemukan.
Polisi dan warga pun berusaha mencari korban.
Pencarian juga melibatkan Pj Kades Watutedang, Carisima Erna, tokoh masyarakat, Yuvinus Reko, kerabat dan warga masyarakat Desa Watutedang, Desa Du, Desa Sikka dan Desa Lela.
"Sampai saat ini korban Makarinus Sareng belum ditemukan. Basarnas Maumere juga sedang dalam perjalanan menuju TKP membantu pencarian," ujar Kapolres Sikka, AKBP Hardi Dinata saat dikonfirmasi Selasa (12/3/2024).
Kapolres menyebutkan kalau saat ini di sekitar pantai masih hujan gerimis. Sementara di laut, ombak dan gelombang laut cukup besar.
Warga Sikka Ditemukan Meninggal Dunia Usai Hilang Saat Memanah Ikan
Warga TTS-NTT Hilang Diduga Terbawa Arus Pasca Perahu Patah Kemudi
Basarnas Kupang Pererat Solidaritas Lewat Pekan Olahraha Internal
Terpisah Dengan Rekan Saat Mencari Ikan, Nelayan di Rote Ndao Ditemukan Meninggal
Kisah Dua Nelayan Asal Sikka Bertahan Dengan Air Hujan Selama Tujuh Hari Hingga Terdampar ke Alor