550 Ekor Sapi NTT Dikirim ke Kalimantan Selatan dengan Kapal Tol Laut
Kepala KSOP Kelas III Kupang, Simon Baon meminta Dirjen Lalu Lintas dan Angkatan Laut agar membantu NTT melalui sejumlah pelabuhan singgah yang berpotensi dalam menyumbang swasembada daging ke Pulau Jawa, Kalimantan dan Sulawesi.
Baca Juga:
"Sehingga kami optimis dalam tahun ini, untuk bersinergi dengan sejumlah stakeholder untuk bisa mencapai target pengiriman ternak sapi sesuai kebutuhan yang ada," ujarnya.
Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan NTT Ida Bagus Putu Raka Ariana menyebutkan ratusan sapi yang dikirim, itu dipastikan bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD). Sebab, hingga saat ini, NTT masih zona hijau penyakit menular itu.
"Yang jelas, pengangkutan itu sudah sesuai prinsip-prinsip kesejahteraan hewan. Kalau dari segi kesehatannya, sapi dari NTT jadi rebutan di Pulau Jawa, Kalimantan dan Sulawesi karena ketersediaannya cukup banyak dan masih bebas dari penyakit PMK dan LSD," katanya.
Ariana menjelaskan Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan mengambil langkah-langkah dengan menyiapkan sembilan kandang dengan daya tampung 1.000 ekor sapi. Tujuannya untuk mengisolasi ternak sapi selama 14 hari.
"Jadi selama masa isolasi itu kami lakukan pemeriksaan kesehatan secara detail seperti serum darah, feses dan sejumlah sampel lainnya untuk diperiksa secara detail. Kalau hasilnya positif maka kami langsung tahan," tandasnya.
Kapal Wisata Tenggelam di Perairan Pulau Tatawa Labuan Bajo, 29 Orang Selamat dan Satu Penumpang Dalam Pencarian
Berkas P21, Tersangka Persetubuhan Pada Anak di Rote Ndao Diserahkan ke Kejaksaan
Kakak Beradik di Belu Salah Paham Didamaikan di Kantor Polisi
Tiga Pria Pencuri Kerbau Saat Gempa di Ngada Diserahkan ke Kejaksaan
Seorang Perempuan di Kupang Diamankan Polisi Karena Curanmor