Pemda Flores Timur Distribusi Logistik dan Makanan bagi Ratusan Pengungsi Pasca Erupsi Gunung Lewotobi
digtara.com - Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali erupsi, Senin, 1 Januari 2024 pagi.
Baca Juga:
Pos pemantau Gunung Lewotobi Laki-Laki di Desa Pululera menginformasikan, gunung kembar itu naik status dari level II Waspada ke level III Siaga.
Pelaksana tugas Kalak BPBD Flores Timur, Achmad Duli mengatakan, dari pendataan yang dilakukan, sebanyak 860 warga menempati beberapa titik posko pengungsian.
"Penjabat Bupati juga turun langsung ke lapangan. Kita lakukan pendataan dan dari 860 warga, banyak yang sudah pulang ke rumah," ujarnya, Selasa (2/1/2024).
Achmad mengaku BPBD sudah mendroping logistik dan makanan ke posko pengungsian.
"Ada enam tenda umum dan keluarga, dua dapur umum, air minum tiga tangki, lauk pauk berupa beras dan mie, kasur lantai dan 2000 masker," katanya.
Untuk memastikan kondisi kesehatan warga, pihaknya sudah menerjunkan tenaga medis di Puskesmas Wulanggitang untuk melakukan pemeriksaan.
"Dari hasil pemeriksaan nakes, ada warga dan anak-anak yang terserang batuk pilek karena kurang istirahat," jelasnya.
Ia menambahkan, BPBD saat ini tengah berkoordinasi dengan dinas kesehatan Flores Timur untuk mengantisipasi penyediaan obat-obatan.
"Kita antisipasi warga terkena penyakit lain, apalagi kalau lama di posko pengungsian. Sehingga kita koordinasi dengan dinas kesehatan untuk siapkan obat-obat lain," tandasnya.
Situs Magma ESDM menyebut, tinggi kolom abu teramati sekitar 300 meter di atas puncak atau sekitar 1.723 meter dari atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat laut.
Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 18.2 mm dan durasi 53 detik.
Sementara Pos Pemantauan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Desa Pululera, mengupdate status gunung dari Waspada ke Siaga.
"Penyampaian peningkatan tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki dari Level II (Waspada) ke Level III (Siaga)," demikian bunyi keterangan itu.
Masyarakat sekitar kembali diimbau untuk tidak beraktivitas atau berada dalam radius 2 kilometer dari pusat Gunung Lewotobi Laki-Laki, serta tidak mendekati lubang tembusan gas yang berada di sekitar kawah untuk menghindari potensi gas beracun.
Tiga Terduga Tindak Pidana PETI di Sumba Timur Diproses Hukum
Mangkir Dari Panggilan, Polres Belu Layangkan Lagi Panggilan Bagi RS Tersangka Kasus Pencabulan
Tiga Warga TTU Disekap dan Dianiaya di Malaka
Hujan Deras Rendam Sejumlah Rumah di Belu dan Lahan Pertanian Tergenang Air
Sejumlah Remaja Pria di Flores Timur-NTT Jadi Korban Pencabulan Sesama Jenis dengan Ancaman Benda Tajam