Sabtu, 11 Juli 2026

Belasan Warga NTT Meninggal Akibat DBD

Imanuel Lodja - Senin, 04 Desember 2023 06:41 WIB
Belasan Warga NTT Meninggal Akibat DBD
internet
Ilustrasi.

digtara.com - Hingga November 2023, kasus kematian akibat Demam Berdarah (DBD) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 12 kematian dengan 1.995 penderita.

Baca Juga:

Kasus tertinggi kematian akibat DBD di NTT terjadi di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) dengan 5 kematian.

Kemudian diikuti Kota Kupang dengan 2 kematian dari 181 penderita.

"Total 12 kematian di NTT dan tertinggi di Sumba Barat Daya yang ada 189 penderita dengan 5 kematian," ungkap Kepala Dinas Kesehatan dan Pencatatan Sipil Provinsi NTT, Ruth D. Laiskodat, Senin (4/12/2023).

Kasus kematian akibat DBD juga terjadi di Kabupaten Kupang, Flores Timur, Ende, Sikka, Manggarai, masing-masing dengan 1 kasus kematian.

Jumlah kematian ini terbilang lebih rendah dibandingkan 2022.

Tahun lalu itu ada 29 kasus kematian dari 3.376 penderita DBD.

Pada 2022 pun Kabupaten Sumba Barat Daya dan Sumba Timur memiliki kematian tertinggi di NTT, masing-masing 5 kasus.

Kemudian diikuti 3 kasus kematian masing-masing di Kabupaten Ngada dan Sikka.

Beberapa daerah di NTT juga mengalami 1 hingga 2 kasus kematian.

Ruth minta agar antisipasi penularan DBD di kabupaten dan kota di NTT sudah dilakukan terlebih memasuki musim hujan Desember hingga Februari nantinya.

Ia menekankan gerakan 3M Plus untuk menangkal DBD yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tempat-tempat penampungan air, mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus DBD pada manusia.

Selain itu poin Plus antara lain menanam tanaman yang dapat menangkal nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menggunakan obat anti nyamuk, melakukan gotong royong untuk membersihkan lingkungan secara bersama, hingga memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar.

Ruth menyebut saat ini Kota Kupang menjadi pilot projects pemanfaatan nyamuk woolbachia guna menurunkan kasus DBD yang dibawa nyamuk aedes aegypti.

Ia berharap program tersebut dapat berjalan baik sehingga nantinya dapat menjadi langkah awal untuk menekan kasus DBD di NTT.

"Kita berharap berhasil di sini agar bisa dilaksanakan di tempat lain tapi garis besarnya kita tetap 3M Plus," pungkasnya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tim Gabungan URC Resmob Polda NTT-Polres TTU Bekuk Pelaku Pencurian Dengan Pemberatan

Tim Gabungan URC Resmob Polda NTT-Polres TTU Bekuk Pelaku Pencurian Dengan Pemberatan

Polres Sumba Tengah Segera Dikukuhkan, Anggota Polres Sumba Barat Kerja Bakti Pembersihan Lokasi Mako

Polres Sumba Tengah Segera Dikukuhkan, Anggota Polres Sumba Barat Kerja Bakti Pembersihan Lokasi Mako

Ini Duduk Perkara Yang Menjerat Mantan Pimpinan Universitas San Pedro Kupang

Ini Duduk Perkara Yang Menjerat Mantan Pimpinan Universitas San Pedro Kupang

Sejumlah Bangunan Gudang di Kota Kupang Terbakar

Sejumlah Bangunan Gudang di Kota Kupang Terbakar

Program Takziah Warga Ranting NU Dempet Jadi Andalan, Bentuk Dukungan Moral Warga yang Tengah Berduka

Program Takziah Warga Ranting NU Dempet Jadi Andalan, Bentuk Dukungan Moral Warga yang Tengah Berduka

Polda NTT Limpahkan Tersangka Eksploitasi Seksual Anak ke Kejaksaan

Polda NTT Limpahkan Tersangka Eksploitasi Seksual Anak ke Kejaksaan

Komentar
Berita Terbaru