Selasa, 23 Juli 2024

Tangkap Ikan Pakai Bom, Empat Nelayan di Lembata-NTT Diamankan Polisi

Imanuel Lodja - Selasa, 15 Agustus 2023 00:35 WIB
Tangkap Ikan Pakai Bom, Empat Nelayan di Lembata-NTT Diamankan Polisi

digtara.com – Satuan Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polres Lembata dipimpin Iptu Yosef Suyitno Soloilur menggagalkan aksi pengeboman ikan ilegal di perairan Wulandoni, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata, NTT akhir pekan lalu.

Baca Juga:

Kapolres Lembata, AKBP Dr Vivick Tjangkung, SSos M.I.Kom membenarkan kejadian ini saat dikonfirmasi, Selasa (15/8/2023).

Penangkapan bermula dari laporan masyarakat bahwa di perairan sekitar Wulandoni sedang terjadi aktivitas pengeboman ikan oleh beberapa nelayan.

Kasat Polairud Polres Lembata bersama anggota dan anggota TNI Angkatan Laut Lewoleba menggunakan kapal KP. RIB (Kapal Patroli Rigid Inflantable Boat) yang merupakan kapal pemburu langsung melakukan penyisiran menuju ke lokasi yang diinfokan tersebut.

Baca: Kemiskinan dan Kualitas Pendidikan jadi Penyebab Perdagangan Orang di NTT

Meskipun terganggu oleh cuaca buruk, tim berhasil menemukan kapal nelayan yang mencurigakan di perairan Dusun Tirer.

Setelah menemukan kapal tersebut, tim melakukan penggeledahan dan pemeriksaan sesuai SOP.

Dalam proses ini, ditemukan sejumlah ikan hasil pengeboman serta mesin kompresor yang digunakan untuk menangkap ikan.

Juga kapal, mesin, serta empat orang awaknya diamankan untuk dimintai keterangan di Mapolres Lembata.

Melalui pendalaman dan pemeriksaan, polisi mengidentifikasi empat nelayan tersebut SM, AM, KR dan MF, yang berasal dari Pulau Solor, Lamakera, Kabupaten Flores Timur.

Mereka mengaku telah menggunakan bahan peledak sendiri untuk melakukan penangkapan ikan di perairan Wulandoni.

Barang bukti yang berhasil diamankan mencakup satu unit perahu warna putih bitu mesin 24 PK, satu unit kompresor merk GAT ukuran 1 PK, dua roll selang kompresor, satu unit teropong, dua darko (alat untuk menghisap angin kompresor, empat masker selam, dua boks berisi ikan kombong, satu boks berisi ikan dasar, satu senter warna kuning, dua pemantik, satu kotak korek api, dua sarung masker selam dan satu tas ransel.

Keempat nelayan tersebut mengaku melakukan penangkapan ikan dengan cara di bom menggunakan peralatan yang mereka rakit sendiri.

Berdasarkan temuan ini, para pelaku dijerat dengan pasal 84 ayat (1) Jo pasal 8 ayat (1) Undang-undang nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang nomor 45 tahun 2009 tentang Perikanan Jo pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP.

Kapolres Lembata mengimbau masyarakat untuk melaporkan kegiatan penangkapan ikan secara ilegal dan berjanji untuk terus memantau perairan Kabupaten Lembata guna mencegah aktivitas serupa di masa mendatang.

“Para pelaku akan dihadapkan pada hukuman pidana penjara maksimal 6 tahun dan denda hingga 1,2 miliar rupiah, sesuai dengan hukum yang berlaku”, tandasnya.

Upaya Polairud Polres Lembata dalam melindungi sumber daya laut dan ekosistem perairan terus ditingkatkan, serta kerjasama dengan masyarakat sangat diapresiasi dalam upaya mewujudkan perikanan yang berkelanjutan.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami diĀ Google News

Tangkap Ikan Pakai Bom, Empat Nelayan di Lembata-NTT Diamankan Polisi

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
NTT
Berita Terkait
Perwira Biro SDM Polda NTT Raih Beasiswa S2 Korlantas Polri di UI

Perwira Biro SDM Polda NTT Raih Beasiswa S2 Korlantas Polri di UI

Lima Bulan Kedepan 238 Siswa Jalani Pendidikan di SPN Polda NTT

Lima Bulan Kedepan 238 Siswa Jalani Pendidikan di SPN Polda NTT

Lagi, Dua Jenazah PMI Ilegal Tiba di NTT

Lagi, Dua Jenazah PMI Ilegal Tiba di NTT

Spesialis Pencuri Sapi di Kabupaten TTU-NTT Dibekuk Polisi

Spesialis Pencuri Sapi di Kabupaten TTU-NTT Dibekuk Polisi

SPN Polda NTT Sambut 238 Siswa Bintara Polri Gelombang II TA 2024

SPN Polda NTT Sambut 238 Siswa Bintara Polri Gelombang II TA 2024

Polres Kupang Bekuk Dua Pelaku Pencuri Ternak

Polres Kupang Bekuk Dua Pelaku Pencuri Ternak

Komentar
Berita Terbaru