Puluhan Warga Demo Polrestabes Medan, Sebut Polisi Salah Tangkap
digtara.com – Puluhan Warga Dusun I Desa Bulan Swari, Jalan Perjuangan, Kecamatan Percut Sei Tuan demo Polrestabes Medan, Kamis (3/3/2022). Mereka menuntut keadilan terkait dugaan salah tangkap.
Baca Juga:
Morita, salah seorang pengunjuk rasa meminta agar Polrestabes Medan melepaskan korban salah tangkap Josua Simamora dan Dani Limbong.
“Mereka ditangkap Kamis lalu oleh pihak kepolisian atas tuduhan penganiayaan bersama-sama atas pelapor istrinya Yulianus Dohare bernama Yulinar Zebua,” katanya Sabtu (5/3/2022).
Penangkapan keduanya terkait handphone yang tercecer di halaman sekolah Smart School milik bu Davian.
Kemudian Davian meminta tolong kepada kepada Sabar Silalahi untuk mencari tahu handphone yang tercecer tersebut.
Seteleh diketahui melalui anak Yulianus Dohare yang mengatakan bahwa ayahnya ada menemukan handphone yang tercecer.
Sabar Silalahi mengajak rekannya bernama Bobby mengunjungi rumah Yulianus Dohare untuk melakukan mediasi.
Selanjutnya, Yulianus Dohare tidak terima dituduh mengambil HP tersebut hingga akhirnya sabar dan Bobby di kejar kejar pisau dan terjadi perkelahian.
Perkelahian tersebut menyeret beberapa korban, yang dilakukan Yulianus Dohare bersama rekannya, termasuk Omri orang yang di tuakan di daerah tersebut sebagai penengah dan warga sekitar.
Morita pada malam itu melihat ketiganya telah mengalami luka dan berdarah. Omri, Sabar, Zainul diobati.
“Lalu kami datang ke rumah Yulianus rupanya sudah tidak ada dan hanya ada istrinya. Tapi istrinya mengaku tidak tahu dimana suaminya dan tak dibiarkan kami mengecek ke rumahnya,” ucapnya.
Tak menemukan titik terang, pihaknya membuat laporan ke Polsek Percut Sei Tuan dengan pelapor Zainul Arifin. Setelah laporan diterima pihaknya pulang ke rumah masing – masing.
Rupanya, setelah Zainul membuat laporan ke Polsek Percut, warga mendatangi lagi rumah Yulianus.
Awalnya warga mau menjemput Yulianus untuk menayakan kenapa Omri serta lainnya dipukuli. Ternyata, Yulianus beserta dua kawannya sudah menyediakan senjata tajam seperti tombak, kelewang dan lainnya.
Warga melihat kondisi itu pun akhirnya marah dan terjadi bentrok di rumah Yulianus. Setelah peristiwa itu, istri Yulianus membuat laporan ke Polrestabes Medan.
“Nah, si Josua itu rumahnya di dusun 3 dan Dani memang di Jalan perjuangan tapi jauh dari lokasi kejadian. Pokoknya keduanya tidak ada di lokasi saat warga menggeruduk rumah Yulianus,” ucapnya.
“Eh rupanya, Kamis kemarin keduanya dipanggil polisi sebenarnya untuk dijadikan saksi dalam laporan istri Yulianus. Tiba – tiba malah dijadikan tersangka. Ini lah yang kami unjuk rasakan, padahal keduanya tak ada di lokasi,” tutupnya.
Kamar Kos di Medan Dijadikan Gudang Ratusan Vape Narkoba, Dua Pria Asal Aceh Ditangkap
Polrestabes Medan Bongkar Home Industry Vape Narkoba, Libatkan Jaringan Internasional
Polisi Ungkap Delapan Gudang Penampungan Kendaraan Diduga Hasil Kejahatan, Amankan 136 Unit
Polda Sumut Tingkatkan Patroli Saat Blackout Sumbagut, 365 Personel Disiagakan di Medan
100 Hari Kerja Polrestabes Medan, 526 Kasus Narkoba Diungkap dan 718 Tersangka Diamankan