Kapolda Ungkap Situasi Terkini Pasca Tawuran di Adonara, Personel Polri dan TNI Disiagakan
digtara.com – Kapolda NTT, Irjen Pol Drs Lotharia Latif, SH M.Hum memastikan situasi dan kondisi keamanan terkini pasca tawuran di Adonara, Kabupaten Flores Timur kondusif dan sudah terkendali.
Baca Juga:
Sejumlah personel Polri dan TNI sudah menjamin keamanan di lokasi tersebut.
Jenderal polisi bintang dua ini minta semua pihak bisa menahan diri dan menjaga situasi tetap aman di lokasi.
Baca: Mencekam! Tawuran Antarwarga di Adonara Pecah, 1 Polisi dan 1 Warga Kena Panah
“Situasi dan kondisi sekarang di sana sudah terkendali. Agar semua pihak menahan diri dan tokoh-tokoh masyarakat menjaga situasi damai di sana,” ujar Kapolda NTT, Kamis (7/10/2021) petang.
Kapolda NTT juga berharap tokoh masyarakat dan tokoh adat masing-masing desa mengedepankan dialog dan menyelesaikan persoalan dengan baik.
Baca: Enam Jam Menanti Presiden, Warga Adonara Ini Bahagia Dapat Jaket dari Jokowi
“Tapi bila tidak selesai, biarkan proses hukum yang berjalan,” tegas Kapolda NTT.
Polri dan TNI bersama aparat terkait tetap melaksanakan pengamanan di lokasi secara maksimal serta terus memberikan himbauan-himbauan ke masyarakat agar kejadian tersebut tidak terulang kembali.
Pasca kejadian ini, Kapolres Flores Timur, AKBP I Gusti Putu Suka Arsa, SIK langsung menyiagakan personel polsek-polsek di di wilayah Pulau Adonara dan mengirim tambahan anggota dari Polres Flores Timur di lokasi kejadian untuk mengantisipasi kejadian susulan.
Personil yang lain melakukan penggalangan dan pendekatan kepada tokoh masyarakat dari kedua belah pihak yang bertikai.
“Kita juga melakukan pendekatan kepada keluarga korban untuk antisipasi aksi balas dendam,” tandas mantan Kapolres Kelapa Lima Polres Kupang Kota ini.
Baca: Tawuran Pecah di Unhas Makassar, 26 Mahasiswa Ditangkap
Kapolres Flores Timur juga membangun koordinasi dengan dengan komandan kodim 1624 Flores Timur untuk mem back up pengamanan di lokasi kejadian guna mengantisipasi kejadian susulan atau aksi balas dendam.
Mantan Kasat Reskrim Polres Kupang Kota ini juga menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan aksi balas dendam.
Ia juga berharap agar masalah hukum dipercayakan kepada aparat keamanan agar diselesaikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku dan masyarakat tidak terpancing dengan informasi lain.
Baca: Tidak Ada Gereja Dibakar di Belawan, Tawuran AntarPemuda Bikin Susah Warga
“Masyarakat agar tetap tenang dan menjalani aktivitas seperti biasa karena kami menjamin keamanan akan tetap kondusif,” tandas Kapolres.
Aksi tawuran antara masyarakat Desa Saosina dan masyarakat Lingkungan Wotan Kelurahan Waiwerang Kota, Kecamatan Adonara Timur Kabupaten Flores Timur kembali terjadi pada Kamis (7/10/2021).
Tawuran sekitar pukul 10.45 wita terjadi di Komplek Pertokoan Waiwerang Lingkungan Wotan Kelurahan Waiwerang Kota Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur.
Kapolres Flores Timur, AKBP I Gusti Putu Suka Arsa, SIK yang dikonfirmasi, Kamis (7/10/2021) menyebutkan kalau awalnya sekira pukul 11.15 wita di lapangan bola Kebun Raya Waiwerang telah terjadi kasus penganiayaan terhadap korban Ahmad Abdullah, warga Dusun Kampung Baru, Desa Saosina, Kecamatan Adonara Timur.
Saat itu korban Ahmad Abdullah yang juga salah satu pedagang kambing menjemput anaknya pulang sekolah di TK di belakang kantor camat dengan mengendarai sepeda motor.
Namun ia diserempet oleh anak dari lingkungan Wotan. Setelah itu ia mengeluarkan bahasa “Kamu bisa bawa motor tidak“.
Baca: Mencekam! Tawuran Antarwarga di Adonara Pecah, 1 Polisi dan 1 Warga Kena Panah
Kemudian ia kembali ke lapangan tempat jualan kambing dan tiba-tiba anak – anak Lingkungan Wotan dengan gerombolan langsung memukul Ahmad Abdullah. Jenis data inilah yang saat ini biasanya dikemas ke dalam proyek game untuk meningkatkan efek implementasi dan menghafal informasi di tingkat bawah sadar. Sekarang ada banyak perusahaan yang sangat sukses yang mengembangkan dan mengimplementasikan alat permainan seperti friv4school dan banyak lainnya.
Kemudian warga yang berjualan kambing di sekitar membantu lokasi kejadian membantu korban Ahmad Abdullah.
Akibat dari pengeroyokan tersebut, warga dari Dusun Kampung baru turun ke Desa Wotan mencari para pemuda yang melakukan pengeroyokan terhadap Ahmad Abdullah tersebut dengan menggunakan senjata tajam, antara lain panah, tombak, dan parang.
Sekitar pukul 11.30 wita, masyarakat Desa Saosina turun ke Lingkungan Wotan dengan membawah busur, anak panah dan parang untuk mencari para pelaku pengeroyokan.
Baca: Tawuran di Kupang, Dua Warga Luka Tersayat Benda Tajam
Namun kedatangan mereka dibalas dengan lemparan batu oleh masyarakat Lingkungan Wotan sehingga tawuran antar masyarakat Desa Saosina dan Lingkungan Wotan tidak bisa dikendalikan dan sulit dihindari.
Warga melakukan tawuran dengan batu dan kayu serta anak panah. Akibat dari kejadian tawuran ini, dua warga terkena anak panah masing-masing Aiptu Thomas Boli Laot (54), anggota polisi yang juga warga Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur Kabupaten Flores Timur dan Idham Ahmad (16), pemuda dari lingkungan Wotan Kelurahan Waiwerang Kota Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur.
Korban Idham Ahmad tidak dapat ditangani di puskesmas Baniona sehingga dirujuk menuju RSUD Larantuka, Kabupaten Flores Timur melalui Pelabuhan Tobilota.
“Situasi terakhir sudah aman terkendali dan kegiatan masyarakat sudah mulai normal kembali,” ujar Kapolres Flores Timur. Situasi Terkini Tawuran Adonara
Kapolda Ungkap Situasi Terkini Pasca Tawuran di Adonara, Personel Polri dan TNI Disiagakan
Polres Malaka Tetapkan Dan Tahan Tujuh Orang Tersangka Kasus Tawuran
Selama Tahun 2025, Polres Alor Tangani Puluhan Kasus Tawuran Antar Kampung
Terlibat Tawuran, Siswa SMAN 6 Kupang dan Sejumlah Sepeda Motor Diamankan Polisi
Evaluasi Aksi Tawuran di Alor-NTT, Keterlibatan Anak Dibawah Umur Perlu Jadi Perhatian Khusus
Cegah Pelajar Tawuran di Jalanan, Pertina Bersama Dispora Kota Semarang Gelar Eksibisi