Terlibat Cekcok Mulut, Seorang Mahasiswa di Sorong Tewas Dibantai Sekelompok Pemuda Mabuk
digtara.com | SORONG – Seorang mahasiswa bernama Abdul Rachman alias Man Makasar, tewas akibat dibantai sekelompok pemuda mabuk, Jumat (18/10/2019) dinihari tadi.
Baca Juga:
Insiden itu terjadi di sekitar rumah kontrakkannya di Kawasan Kantor DPRD Kota Sorong pada Jumat (18/10/2019) dinihari tadi.
Man tewas dengan luka serius di bagian ketiak, dada dan perutnya. Ia tewas saat menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sele Be Solu, Kota Sorong.
Informasi yang dihimpun, korban yang juga merupakan salah satu pengurus Komunitas Pecinta Polri Kabupaten Sorong tersebut, ditikam oleh salah seorang dari anggota kelompol pemuda yang sementara bertamu pada tetangga se-kontrakannya.
Penikaman diduga kuat dipicu adanya cek-cok mulut antara korban dengan para pelaku yang saat itu sudah dipengaruhi miras (minuman keras).
Pasca insiden, selain melakukan olah Tempat Kehadian Perkara (TKP), pihak Kepolisian pun telah mengamankan sejumlah warga yang diduga merupakan para pelaku penikaman.
“Untuk kasus penikaman yang terjadi tadi di depan kantor DPR, setelah kita mintai keterangan beberapa saksi, kita dapat beberapa nama dengan kronologis kejadiannya. Kita sudah amankan ada sekitar 3 (tiga) atau 4 (empat) orang yang diduga sebagai pelaku. Saat ini masih dalam proses pemeriksaan oleh penyidik,” jelas Kapolsek Sorong Timur, AKP. Alexander Putra.
Sementara itu, pihak keluarga maupun rekan-rekan komunitas korban berharap, kasus ini secepatnya dapat diungkap pihak kepolisian setempat.

“Saya mengharapkan proses ini ditangani pihak kepolisian secara serius dan pelakunya dapat dihukum seberat-beratnya sesuai aturan hukum yang berlaku,” tegas Ketua Komunitas Pecinta Polri Kabupaten Sorong, Ivan Rolobessy, saat mendampingi keluarga korban di Mapolsek Sorong Timur.
Dari informasi yang berhasil dihimpun digtara.com, jenazah korban rencananya baru akan dimakamkan pihak keluarga, Sabtu 19 Oktober 2019 besok.
[AS]
Tuntaskan Kasus Pengeroyokan dan Penganiayaan, Polres Sumba Barat Limpahkan Empat Tersangka ke JPU
Korban Masih Sekarat, Keluarga Korban Pengeroyokan di Kabupaten TTU Gelar Ritual Adat
Begini Penjelasan Polres TTU Terkait Penganiayaan dan Pengeroyokan Tiga Warga
Dituduh Mencuri, Tiga Warga di Kabupaten TTU Dikeroyok Masyarakat Desa Tetangga
Mengaku Dikeroyok Saat Antar Makanan, Lurah Tode Kiser Buat Laporan Polisi ke Polda NTT