Dua Pegawai BUMN Dirawat di RSUD Kupang Akibat Korona, Managemen: Itu Hoaks
digtara.com | KUPANG – Dua pegawai BUMN di Nusa Tenggara Timur (NTT) dikabarkan positif terjangkit virus corona (Covid-19). Keduanya dikabarkan tengah dirawat intensif di RSUD Prof. dr. W.Z Johanis Kupang.
Baca Juga:
Kabar terkait pasien korona itu meluas ke seantero Kupang pada Selasa (3/3/2020). Padahal managemen rumah sakit, membantah kabar tersebut.
Direktur RSUD Kupang, Dr Mindo E. Sinaga mengatakan, dua pasien itu belum dipastikan terjangkit virus korona. Namun ia membenarkan kalau keduanya memiliki riwayat berkunjung ke Korea dan Jepang.
Keduanya mendatangi rumah sakit karena sedang mengalami batuk pilek. Meski demikian, keduanya tidak ada gejala demam.
“Saya minta masyarakat harus mencerna setiap informasi. Informasi itu harus dipertanggungjawabkan. Kami berkewajiban menangani dua pasien ini, hingga ada kepastian. Mereka belum dipastikan terjangkit virus corona,” ujar Dr. Mindo.
Dokter Spesialis Pathologi Klinik, dr. Itha Malawa menjelaskan, kedua pasien itu berinisial, MY dan PF. Keduanya merupakan pegawai BUMN di NTT.
Saat ini, dua pasien pria ini sedang dirawat di ruangan khusus. Keduanya akan menjalani proses monitoring hingga 14 hari ke depan.
Untuk memastikan kondisi keduanya, pihaknya akan melakukan spesimen pengambilan sampel berupa darah, dahak dan tenggorokan. Sampel itu, akan dikirim ke Litbangkes Jakarta untuk diteliti.
“Paling lama 14 hari, kita sudah ketahui hasilnya. Keduanya mengaku, bahwa sebelum berangkat ke luar negeri, sudah mengalami batuk pilek tetapi tidak demam, sehingga untuk memastikan, kita harus kirim sampel ke sana,” katanya.
Pihaknya mengimbau seluruh warga NTT tidak panik berlebihan terkait informasi ini.
“Jangan takut berlebihan, pentingkan menjaga kekebalan tubuh dengan hidup sehat,” imbuhnya.
Dokter spesialis paru, dr. Nickson, selaku penanggungjawab mengaku dua warga itu saat ini dimasukan ke ruang isolasi natural mekanik.
Kedatangan dua pasien itu atas inisiatif sendiri. Setelah menjalani pemeriksaan, keduanya dirawatinapkan untuk dipantau beberapa hari ke depan.
“Jika kondisinya memburuk, akan dimasukan ke ruang isolasi khusus,” tandasnya.
Ia menegaskan kalau masa inkubasi 14 hari. Meski tidak ada gejala demam, tetapi ditambahkan masa inkubasinya untuk menjaga-jaga.
Saat ini, pihak RSU Kupang tengah berkoordinasi dengan Dinas kesehatan Provinsi NTT untuk menindaklanjuti kasus ini.
“Jangan cemas, pentingkan pencegahan. Siapkan ketahanan tubuh dengan selalu menjaga kebersihan, cuci tangan, olahraga dan hindari kontak langsung dengan pasien yang ada gejala virus corona,” tambahnya.
Sebuah pesan berantai beredar melalui media sosial soal adanya satu orang pasien asal Jepang yang datang ke IGD RSU Kupang dengan keluhan batuk, pilek dan demam.
Dalam pesan tersebut dituliskan pasien langsung diisolasi dan diambil sampel dan sampelnya dikirim ke Jakarta untuk diperiksa.
“Sambil menunggu hasil pasien sedang di isolasi di RSU Kupang, mari berdoa semoga hasil pemeriksaannya negatif,” ujar pesan tersebut.
Masih dalam pesan tersebut dikatakan kalau pada tanggal 27 Februari 2020 yang lalu ada satu orang pasien Singapura yang berobat di rumah sakit yang sama dengan keluhan yg sama.
“Dan saat ini sedang di lacak keberadaannya. tetap waspada teman di Kupang dan sekitarnya di NTT. jaga kebersihann cuci tangan pakai sabun dan air bersih atau alkohol serta sediakan masker,” bunyi pesan tersebut.
[AS]
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat
Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS
Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya
Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia
Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur