Rabu, 24 Juli 2024

BNN Aceh Musnahkan Ganja, Sabu dan Ektasi

- Senin, 15 Juli 2019 07:48 WIB
BNN Aceh Musnahkan Ganja, Sabu dan Ektasi

Digtara.com | BANDA ACEH – Badan Narkotika Nasional memusnahkan ratusan kilogram barang bukti narkotika, Senin (15/7/2019) di lapangan Blang Padang, kota Banda Aceh. Barang bukti yang dimusnahkan diantaranya 338.900 gram ganja, 52.004 gram sabu, dan 22.766 butir ekstasi.

Baca Juga:

Kepala BNN Pusat, Komjen Pol Heru Winarko mengatakan pemusnahan yang digelar di Banda Aceh ini merupakan hasil dari pengungkapan dua kasus yang dilakukan oleh BNN pada bulan Mei 2019 di Depok dan Riau.

“Berdasarkan temuan tersebut, selanjutnya petugas melakukan penggerebekan di sebuah rumah di Jalan Bungur. Di depan rumah tersebut terdapat sebuah peti besar ditutupi plastik hitam dengan ukuran yang sama dengan yang ditemukan sebelumnya,” kata Heru.

Dari hasil penggeledahan ini, petugas menemukan 199 bungkus ganja kering dari peti besar di depan rumah tersebut, dan 140 bungkus ganja kering dari sebuah kamar yang ditempati. Sehingga total barang bukti yang berhasil diamankan petugas dalam kasus ini adalah sebanyak 339.000 gram ganja kering.

Selain barang bukti, petugas juga mengamankan dua orang tersangka berinisial AY dan RSL. Keduanya dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), dan Pasal 111 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Saat ini kedua tersangka telah diamankan ke kantor BNN Pusat di Cawang, Jakarta Timur,” tambah Heru.

Sementara, untuk kasus kedua yang merupakan hasil pengungkapan BNN di Kota Dumai, Provinsi Riau, dilakukan pada Jumat, 17 Mei 2019. Petugas BNN menindaklanjuti laporan masyarakat dengan melakukan pengejaran terhadap pelaku yang mengendarai sebuah mobil dengan kecepatan tinggi.

Heru menjelaskan, mobil tersebut sempat terhenti karena terhalangi oleh sebuah truk yang melintang di tengah jalan di daerah Sei Pakning Pelintung, Kota Dumai, Riau. Karena merasa curiga diikuti oleh petugas, mobil tersebut lalu berusaha kabur.

“Para tersangka dengan kecepatan tinggi memundurkan kendaraannya sampai menabrak kendaraan petugas. Kita sempat mengeluarkan tembakan peringatan. Namun, karena tidak diindahkan, mereka melakukan tindakan terukur ke arah mobil tersebut,” jelas heru.

Setelah mobil berhasil dihentikan, petugas pun mengamankan tiga orang tersangka berinisial HS, AR, dan IK dari dalam mobil tersebut.

Selanjutnya dari hasil interogasi, BNN lalu menangkap tersangka lainnya, R di jalan Lintas Duri Dumai, Riau di hari yang sama sekitar pukul 11.45 Wib. “Tersangka R merupakan pengendali dalam jaringan ini,” pungkas Heru.

Adapun barang bukti yang disita dalam kasus ini yaitu 52.254 gram sabu dan 23.000 butir ekstasi. Berdasarkan perbuatannya para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Dengan melakukan pemusnahan barang bukti dari kedua kasus ini, setidaknya lebih dari 350 ribu jiwa terselamatkan dari bahaya penyalahgunaan Narkoba,” tutup heru.[win]

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rumah Tinggal Warga Ledeana-Sabu Raijua Terbakar

Rumah Tinggal Warga Ledeana-Sabu Raijua Terbakar

Polisi Datangi SMA Kristen Sabu Timur Pasca Viral Video Perkelahian Antar Siswa, Ini Yang Dilakukan

Polisi Datangi SMA Kristen Sabu Timur Pasca Viral Video Perkelahian Antar Siswa, Ini Yang Dilakukan

Video Perkelahian Antar Siswa SMA di Sabu Raijua Viral, Polisi Turun Tangan

Video Perkelahian Antar Siswa SMA di Sabu Raijua Viral, Polisi Turun Tangan

Pengedar Narkoba di Labusel Ditangkap, Polisi Amankan Barang Bukti Tak Terduga

Pengedar Narkoba di Labusel Ditangkap, Polisi Amankan Barang Bukti Tak Terduga

Warga di Sabu Raijua Diduga Keracunan Usai Sarapan Nasi Kuning dan Minum Kopi Tugu Buaya

Warga di Sabu Raijua Diduga Keracunan Usai Sarapan Nasi Kuning dan Minum Kopi Tugu Buaya

Kurir 13 Kg Sabu di Medan Lolos dari Hukuman Mati

Kurir 13 Kg Sabu di Medan Lolos dari Hukuman Mati

Komentar
Berita Terbaru