Militer China Diduga Manfaatkan AI OpenAI dan Anthropic untuk Pengembangan Senjata
Model Distillation Jadi Tantangan bagi AS
Praktik model distillation menciptakan tantangan baru bagi Amerika Serikat dalam upayanya membatasi perkembangan teknologi AI China.Baca Juga:
Namun, model distillation memiliki karakteristik berbeda karena prosesnya tidak selalu membutuhkan perangkat keras yang terkena pembatasan ekspor.
Peneliti dapat memanfaatkan akses ke application programming interface (API) atau keluaran model AI yang tersedia untuk menghasilkan data pelatihan baru.
Situasi tersebut berpotensi membuat pengembang memanfaatkan kemampuan model AI yang telah dikembangkan dengan biaya sangat besar untuk membangun sistem yang lebih sederhana dan dapat digunakan secara lokal.
Teknologi hasil distillation kemudian berpotensi diterapkan dalam berbagai bidang, termasuk perangkat komunikasi, satelit, dan drone.
Baca Juga:
Model Hasil Distillation Punya Keterbatasan
Meski dapat mengadopsi kemampuan tertentu dari model AI yang lebih canggih, model hasil distillation tetap memiliki keterbatasan.Kemampuannya umumnya lebih sempit dibandingkan model sumber. Model tersebut juga belum tentu memiliki kemampuan kecerdasan umum yang setara dengan model asli.
Selain itu, proses distillation dapat menyebabkan sejumlah mekanisme pengamanan yang terdapat pada model sumber tidak ikut terbawa ke model hasil pengembangan.
Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam penggunaan teknologi AI untuk kebutuhan yang sensitif.
OpenAI dan Anthropic Perketat Pengawasan
Anthropic mengatakan perusahaan tidak menyediakan akses komersial terhadap layanannya di China. Perusahaan juga menyatakan memiliki sistem pemantauan untuk mendeteksi penyalahgunaan layanan maupun pelanggaran kebijakan penggunaan.Sementara itu, pejabat AS menilai ekstraksi keluaran model AI tanpa izin berpotensi merugikan pemilik teknologi karena berkaitan dengan hak kekayaan intelektual.
Praktik tersebut juga dinilai dapat mengurangi efektivitas kebijakan kontrol ekspor yang selama ini diterapkan Washington.
Pemerintah China sendiri menolak kritik tersebut dan menyebut pembatasan teknologi yang dilakukan AS sebagai bentuk hegemonisme AI.
Baca Juga:
Operasi Militer Lawan Iran, AS Rugi Rp91 Triliun dalam 100 Jam Operation Epic Fury
Lebih Rendah Dari Tuntutan Oditur Militer, Dankipan A Yon TP 834/WM Nagekeo Divonis 8 Tahun Penjara
Empat Terdakwa Penganiaya Prada Lucky Namo Dihukum Lebih Berat dari Tuntutan Oditur Militer
Hari ini Hakim Dilmil III-15 Kupang Tentukan Nasib 22 Prajurit TNI
Guna Membentuk Karakter dan Disiplin, Petugas Haji 2026 Akan Digembleng Semi Militer Selama Sebulan