Kabar Baik! Iran dan AS Dikabarkan Sepakati Kerangka Damai, Selat Hormuz Akan Dibuka Kembali
digtara.com - Ketegangan geopolitik antara Iran dan United States dilaporkan memasuki fase baru setelah muncul kabar bahwa kedua negara telah menyetujui rancangan awal kesepakatan damai komprehensif.
Baca Juga:
Selat Hormuz Jadi Fokus Utama
Salah satu poin terpenting dalam rancangan kesepakatan tersebut adalah pembukaan kembali jalur pelayaran internasional di Strait of Hormuz.Selat Hormuz merupakan jalur vital perdagangan energi dunia karena menjadi lintasan utama distribusi minyak mentah dari kawasan Teluk menuju pasar global.
Berdasarkan laporan yang dikutip dari Anadolu Agency, Amerika Serikat disebut bersedia melonggarkan blokade laut terhadap Iran. Sebagai gantinya, Teheran menjamin keamanan kapal dagang asing yang melintas tanpa ancaman penyitaan maupun pungutan ilegal.
Kabar tersebut langsung memengaruhi pasar energi global. Harga minyak dunia dilaporkan mulai turun pada Minggu pagi (24/5/2026), dengan minyak mentah berada di kisaran US$97 per barel, sementara Brent bertahan sekitar US$103 per barel.
Baca Juga:
AS Disebut Akan Cairkan Aset Iran
Selain isu pelayaran, kesepakatan juga menyentuh aspek ekonomi dan finansial.Pemerintah United States dikabarkan setuju mencairkan aset milik Iran senilai sekitar US$25 miliar atau setara kurang lebih Rp400 triliun yang selama ini dibekukan di sejumlah bank internasional.
Langkah tersebut dinilai dapat membantu pemulihan ekonomi Iran sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun kembali kepercayaan diplomatik kedua negara.
Isu Nuklir Belum Masuk Kesepakatan
Meski kerangka damai disebut hampir rampung, isu program nuklir Iran belum dimasukkan ke dalam perjanjian utama.Pembahasan mengenai pengayaan nuklir akan dilakukan dalam forum bilateral khusus dalam waktu sekitar 30 hingga 60 hari mendatang. Topik tersebut selama ini menjadi salah satu sumber utama ketegangan antara Washington dan Teheran.
Pakistan dan Qatar Jadi Mediator
Keberhasilan penyusunan rancangan damai ini disebut tidak lepas dari peran mediasi Pakistan dan Qatar.Kedua negara disebut aktif menjembatani komunikasi antara Teheran dan Washington setelah hubungan kedua pihak sempat mengalami kebuntuan diplomatik dalam beberapa bulan terakhir.
Presiden Donald Trump turut memberikan sinyal positif terkait perkembangan tersebut.
Dari Gedung Putih, Trump menyebut bahwa sebagian besar isi kesepakatan damai sebenarnya telah selesai dinegosiasikan dan kini tinggal menyelesaikan detail akhir sebelum penandatanganan resmi dilakukan.
Jika benar terealisasi, kesepakatan ini berpotensi menjadi salah satu perkembangan geopolitik paling penting pada 2026 karena dapat memengaruhi stabilitas Timur Tengah, jalur perdagangan global, hingga harga energi dunia.
Baca Juga:
Jaga Keamanan Perairan dan Kawasan Pelabuhan, Kapolres Sumba Timur Patroli Laut Bersama KSOP
Serangan Iran ke Israel Rusak 1.000 Rumah Lebih di Tel Aviv, Ribuan Warga Ajukan Kompensasi
Selat Hormuz Dibuka Iran, Nasib Kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro Mulai Terang
Iran Tutup Selat Hormuz Hari Ini, Kapal Tanker Putar Balik di Oman Picu Kekhawatiran Global
Rudal Iran Serang Pangkalan Militer AS di Kuwait, Ketegangan Timur Tengah Meningkat