Penguatan Bimbingan Ibadah dan Layanan Kesehatan Jadi Fokus Hari ke-16 Operasional Haji 1447 H
digtara.com - Memasuki hari ke-16 operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriyah/2026 Masehi, Kemenhaj menegaskan fokus pada penguatan layanan bimbingan ibadah, perlindungan jemaah, serta peningkatan kualitas layanan kesehatan.Secara umum, proses pemberangkatan, kedatangan, hingga pergerakan jemaah antar kota di Arab Saudi berjalan lancar, tertib, dan dalam pengawalan petugas di seluruh titik layanan.
Baca Juga:
Pergerakan jemaah dari Madinah ke Makkah juga terus berlangsung bertahap. Tercatat 88 kloter dengan 34.244 jemaah dan 352 petugas telah tiba di Makkah untuk melaksanakan umrah wajib.
Juru Bicara Kemenhaj Suci Annisa, menegaskan bahwa seluruh proses operasional terus dikawal secara ketat oleh petugas.
Baca Juga:"Seluruh proses pergerakan jemaah dilakukan secara terkoordinasi dengan pengawalan petugas. Kami memastikan setiap jemaah mendapatkan layanan yang aman, nyaman, dan tertib sejak keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci," ujar Suci, Rabu (06/05/2026).
Dari sisi layanan kesehatan, hingga saat ini tercatat:
* 12.725 jemaah menjalani rawat jalan
* 232 jemaah dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi
* 70 jemaah masih menjalani perawatan
"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya jemaah haji Indonesia. Pemerintah akan terus memastikan layanan kesehatan berjalan optimal, baik di kloter, sektor, maupun fasilitas kesehatan rujukan di Arab Saudi," kata Suci.
Baca Juga:
Penguatan layanan bimbingan ibadah menjadi perhatian utama. Hingga kini, sebanyak 29.497 jemaah telah memperoleh tasreh (izin) masuk Raudhah, dengan tambahan 341 izin terbit pada 5 Mei 2026.
"Kami terus memperkuat layanan bimbingan ibadah, termasuk pendampingan bagi jemaah sakit serta edukasi ibadah di sektor dan fasilitas kesehatan. Ini penting agar jemaah dapat beribadah dengan benar dan sesuai tuntunan," jelasnya.
Sebagai bagian dari penguatan perlindungan jemaah, Kemenhaj mendorong pemanfaatan Aplikasi Kawal Haji sebagai kanal pengaduan berbasis digital.
"Aplikasi Kawal Haji menjadi instrumen penting dalam memastikan layanan yang responsif, transparan, dan akuntabel. Kami mengajak jemaah dan keluarga untuk aktif memanfaatkannya," tegas Suci.
Dengan suhu di Madinah dan Makkah mencapai 37–39 derajat Celsius, jemaah diimbau untuk menjaga kondisi fisik dengan baik.
Baca Juga:"Kami mengingatkan jemaah untuk mengatur aktivitas sesuai kemampuan, cukup istirahat, dan menjaga asupan cairan. Jangan ragu melapor kepada petugas kesehatan jika mengalami keluhan," ujarnya.
Kemenhaj juga mengingatkan seluruh KBIHU agar mematuhi ketentuan dan terus berkoordinasi dengan petugas resmi demi menjaga ketertiban dan keselamatan jemaah.
Kemenhaj menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaah, petugas, serta pembimbing atas sinergi yang terbangun selama operasional haji berlangsung.
Haji 2027, Jateng Dapat Kuota 34.122 Jemaah, 1.716 Masuk Prioritas Lansia
Haji 2027, Kemenhaj Jateng Minta Petugas Siapkan Mitigasi Risiko Sejak Dini
Manasik Haji di Era Digital, Kemenhaj Jateng Dorong Pembimbing Kuasai IT
Akhmad Fauzin: Petugas Haji Harus Layani Jemaah Lansia dan Disabilitas secara Adil
Rektor UIN Walisongo: Pembimbing Haji Perlu Kuasai Komunikasi dan Manajemen Konflik di Era Digital
Pembimbing Haji Perlu Kuasai Psikologi Komunikasi, Ini Alasannya
Satu WNA Ditemukan Selamat, Tiga Penyelam Masih Dalam Pencarian
Kaget Ada Gempa, Lansia Perempuan di Sumba Barat Daya Meninggal Dunia
Tiga WNA dan Satu Tour Guide Belum Muncul Usai Menyelam, SAR Gabungan Turunkan Tim
Walau Ada 62 Gempa Susulan di Sumba Barat Daya Namun Tidak Berpotensi Tsunami
Polres Sumba Barat Daya Bekuk Satu Pelaku Penyerangan Hingga Korban Meninggal Dunia
Diduga Pembagian Hasil Ritual Adat Masuk Rumah Tidak Merata, Warga Sumba Barat Daya Meregang Nyawa di Tangan Kerabatnya
Fatayat NU Rembang Latih Kader Jadi Paralegal untuk Dampingi Korban Kekerasan