Bawa Makanan Khas Daerah Bungkuslah Pakai Plastik Transparan Agar Tak Dibongkar
digtara.com - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dari Tugas dan Fungsi Perlindungan Jemaah (Tusi Linjam), Jumardi, mengingatkan para calon jemaah haji agar lebih berhati-hati ketika membawa makanan khas daerah.Peringatan ini disampaikan lantaran ia telah lima kali harus membongkar koper jemaah yang telah dikemas rapi.
Baca Juga:
- Presiden Prabowo Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026, Kemenhaj Siapkan Peningkatan Layanan dan Percepatan Masa Tunggu Jemaah
- Rustiningsih Teteskan Air Mata Ceritakan Pengalamannya Dampingi Jemaah Lansia 85 Tahun Selama di Tanah Suci
- Fase Pemulangan Gelombang II dari Madinah Dimulai, 48 Persen Jemaah Telah Tiba di Tanah Air
"Tadi pagi saya bongkar koper milik jemaah asal Surabaya karena ada barang yang mencurigakan. Setelah dibuka, ternyata isinya petis 5 kilo dan ikan asin," kata Jumardi, Selasa (28/04/2026).
"Dia bawa petis 5 kilo ditaruh di plastik yang divakum, kemudian dibungkus lagi plastik hitam, terus dilakban kuning," imbuhnya.
Jumardi menerangkan, pihak Arab Saudi tidak melarang jemaah membawa makanan khas daerah. Namun, jemaah harus pandai-pandai mengemas, karena pihak imigrasi Arab Saudi akan mencurigai jika terdeteksi x-ray.
Baca Juga:
Agar koper tidak dibongkar, kata Jumardi, para calon jemaah yang belum berangkat bisa mengemas petis atau makanan khas daerah lainnya dengan plastik yang transparan.
"Kemasannya transparan saja, jangan sampai mencurigakan," tutupnya. (San).
Presiden Prabowo Apresiasi Penyelenggaraan Haji 2026, Kemenhaj Siapkan Peningkatan Layanan dan Percepatan Masa Tunggu Jemaah
Rustiningsih Teteskan Air Mata Ceritakan Pengalamannya Dampingi Jemaah Lansia 85 Tahun Selama di Tanah Suci
Fase Pemulangan Gelombang II dari Madinah Dimulai, 48 Persen Jemaah Telah Tiba di Tanah Air
Ketua Musyrif Diny 2026: Dorong Peningkatan Layanan Tarwiyah dan Perketat Istitaah Haji
Pengawasan Ketat, Haji Khusus 2026 Bersih dari Visa Ilegal
95.178 Jemaah Haji Indonesia Telah Diterbangkan ke Tanah Air, Fase Pemulangan Gelombang I Berakhir
Massa Bakar Kantor dan Rumah Dinas PT Agrinas Palma Nusantara di Labura, Diduga Dipicu Kematian Warga
5 Alat Elektronik yang Paling Banyak Mengonsumsi Listrik di Rumah
Berkas Perkara Eksploitasi Seksual Anak Dibawah Umur P21, Tersangka Dilimpahkan ke Kejaksaan
Kurang dari 24 Jam, Polres Sumba Timur Bekuk Para Pelaku Penganiayaan Menyebabkan Orang Meninggal
Gara-gara Mangga Untuk Tolakan Miras, Pria di Sumba Timur Tewas Ditebas Dengan Parang
Berkunjung ke NTT, Kompolnas Cek Sejumlah Hal di Polda NTT
Dorong Produk Lokal, Polda NTT Gelar Pasar Murah dan Bazar UMKM