Selat Hormuz Lumpuh, Harga Minyak Dunia Melambung Tembus 82 Dolar AS
digtara.com -Harga minyak dunia terus menguat selama tiga hari berturut-turut pada Selasa, 3 Maret 2026. Lonjakan ini dipicu eskalasi konflik antara Iran dan koalisi AS-Israel yang berdampak langsung pada keamanan jalur energi strategis di Selat Hormuz.
Baca Juga:
Sehari sebelumnya, Brent sempat menyentuh 82,37 dolar AS per barel, tertinggi sejak awal 2025, sebelum akhirnya ditutup menguat 6,7 persen.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate juga melonjak 74 sen atau 1 persen menjadi 71,97 dolar AS per barel. Pada sesi sebelumnya, WTI sempat mencapai level tertinggi sejak Juni 2025 sebelum ditutup naik 6,3 persen.
Baca Juga:Ancaman Penutupan Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Pasokan
Analis pasar IG, Tony Sycamore, memperingatkan bahwa risiko lonjakan harga minyak akan terus meningkat jika konflik tak segera mereda.
Ia menilai, tanpa tanda de-eskalasi cepat, Selat Hormuz secara efektif tertutup dan Iran menunjukkan kesediaan menargetkan infrastruktur energi kawasan. Kondisi ini meningkatkan potensi gangguan pasokan minyak global.
Selat Hormuz Urat Nadi Energi Dunia
Selat Hormuz merupakan jalur vital yang menyalurkan sekitar seperlima pasokan minyak mentah global dan sekitar 20 persen gas alam cair menuju pasar Asia seperti China dan India.
Baca Juga:Namun, jalur ini praktis lumpuh setelah Garda Revolusi Iran menyatakan penutupan selat dan mengancam akan menembak kapal yang melintas.
Kondisi keamanan yang memburuk membuat kapal tanker dan peti kemas mulai menghindari kawasan tersebut. Perusahaan asuransi bahkan mencabut perlindungan bagi kapal yang tetap melintas di wilayah berisiko tinggi itu.
Serangan drone dilaporkan menghantam kapal tanker berbendera Honduras, Athe Nova, di Selat Hormuz pada Senin. Selain itu, konflik juga berdampak pada fasilitas darat, termasuk penutupan kilang minyak terbesar Arab Saudi akibat serangan drone.
Lonjakan risiko geopolitik membuat sejumlah lembaga riset merevisi proyeksi harga minyak. Bernstein menaikkan asumsi harga Brent 2026 dari 65 dolar AS menjadi 80 dolar AS per barel.
Dalam skenario terburuk jika konflik berkepanjangan dan pasokan global terganggu signifikan, harga minyak dunia diperkirakan dapat menembus 120 hingga 150 dolar AS per barel.
Baca Juga:Selama Selat Hormuz lumpuh dan eskalasi konflik belum mereda, harga minyak dunia berpotensi tetap tinggi dan volatil dalam beberapa waktu ke depan.
Perang AS–Israel vs Iran 2026: Daftar Negara Terdampak dan Siaga Tinggi
Ali Khamenei Gugur dalam Serangan AS-Israel, Iran Tetapkan Kepemimpinan Sementara
Iran Bantah Klaim AS dan Israel soal Ali Khamenei Tewas, Teheran Tegaskan Masih Hidup
Serangan AS-Israel ke Iran Ancam Harga Minyak dan Picu Risiko Resesi Global
Iran Serang Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Rudal Hantam Qatar hingga Bahrain