Rudal Iran Serang Pangkalan Militer AS di Kuwait, Ketegangan Timur Tengah Meningkat
digtara.com -Ketegangan bersenjata di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah militer Iran meluncurkan serangan rudal yang menargetkan instalasi militer milik Amerika Serikat di Kuwait.
Baca Juga:
Target utama dari serangan balasan ini adalah pangkalan militer Amerika yang berada di Kamp Arifjan, sebuah fasilitas logistik penting bagi pasukan AS yang berlokasi di selatan Kota Kuwait.
Menurut pernyataan resmi IRGC, operasi tersebut melibatkan peluncuran proyektil jarak jauh yang diarahkan ke titik strategis di wilayah pangkalan.
Baca Juga:"Pangkalan Amerika di Arifjan dihantam oleh tembakan dua rudal," klaim IRGC seperti dikutip oleh The Times of Israel.
Sistem Pertahanan Kuwait Diaktifkan
Menanggapi serangan tersebut, otoritas keamanan Kuwait segera mengaktifkan sistem pertahanan udara untuk mengantisipasi ancaman lanjutan.
Pasukan pertahanan udara Kuwait dikabarkan berhasil menjatuhkan delapan unit drone sebelum mencapai target strategis.
Langkah tersebut diambil sebagai upaya melindungi infrastruktur vital serta mencegah potensi kerusakan terhadap wilayah sipil.
Baca Juga:Pihak keamanan Kuwait juga menegaskan bahwa tingkat kesiapsiagaan militer saat ini berada pada level tertinggi untuk mengantisipasi kemungkinan serangan susulan.
Konflik Dipicu Operasi Militer Sebelumnya
Eskalasi konflik ini disebut sebagai respons terhadap operasi militer besar yang terjadi pada akhir Februari lalu.
Operasi tersebut memicu kemarahan publik dan pemerintah di Teheran yang kemudian menuntut adanya aksi balasan terhadap kepentingan militer Amerika di kawasan Teluk.
Sebagai respons, Iran dilaporkan meluncurkan serangkaian serangan rudal dan drone ke berbagai titik yang memiliki keterkaitan dengan kepentingan militer AS di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga:Dampak Serangan Masih Dipantau
Meski sistem pertahanan udara diaktifkan, sejumlah laporan menyebutkan bahwa beberapa proyektil berhasil menembus sistem pertahanan dan mencapai area sekitar pangkalan.
Menurut laporan dari Xinhua News Agency, dampak kerusakan paling signifikan dilaporkan terjadi di instalasi militer di wilayah Kuwait.
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 28 September 2026 Melemah ke Rp17.978 per Dolar AS
Iran Tawarkan Proposal 7 Hari ke Amerika Serikat, Selat Hormuz Bisa Dibuka Kembali
Perang Iran Kuras Cadangan Amunisi AS, Pentagon Ungkap Krisis Pasokan Senjata
AS Serang Iran Lagi, Harga Minyak Melambung di Atas USD 90 per Barel
Cara Ambil JHT BPJS Ketenagakerjaan 2026 Tanpa Paklaring, Syarat dan Langkah Klaim