Lima Hari Pencarian, IRT yang Diterkam Buaya di Sumba Barat Daya Akhrinya Ditemukan, Begini Kondisinya
digtara.com - Albina Doki (64), ibu rumah tangga korban yang diterkam buaya di Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT akhirnya ditemukan pada hari kelima pencairan, Minggu (9/2/2025).
Baca Juga:
Warga Katewel, Desa Letekonda, Kecamatan Loura, kabupaten Sumba Barat Daya ini ditemukan dalam keadaan meninggal dunia karena diterkam buaya pada Rabu, 5 Februari 2025 sekira pukul 14.00 Wita, di Kali Ledewero, Desa Letekonda, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya.
Proses pencarian pada hari kelima melibatkan Tim Basarnas Waingapu, TNI AL Sumba Timur, anggota Polsek Kota Tambolaka, keluarga korban dan warga setempat.
Tim pencari menggunakan satu unit perahu milik Basarnas Waingapu dan dua unit perahu milik nelayan Katewel.
Pencarian pada hari kelima difokuskan di tempat korban diterkam buaya sampai di muara Katewel dan pencarian dimulai sejak jam 07.00 Wita.
Korban akhirnya berhasil ditemukan oleh keluarga di muara Katewel, dengan jarak sekitar 500 meter dari tempat korban diterkam atau di tempat yang sama dengan korban Basilius Lomi ditemukan.
Kondisi mayat korban saat ditemukan dalam keadaan utuh dan lengkap, namun kondisi mayat sudah membusuk dan membengkak sehingga tidak bisa terlihat secara kasat mata terkait luka gigitan yang ada pada badan korban.
Kasat Reskrim Polres Sumba Barat Daya, AKP I Ketut Rai Artika yang dikonfirmasi pada Minggu (9/2/2025) malam mengaku kalau proses pencarian sempat mengalami kendala cuaca buruk dan curah hujan tinggi.
"Air keruh dan kotor sehingga menyulitkan jarak pandang," tambah kasat Reskrim Polres SUmba Barat Daya.
Selain itu, lokasi pencarian merupakan kali yang bersambungan dengan muara sehingga kadang pasang surut dan kadang pasang naik.
Mantan kasat Reskrim Polres Ngada ini juga mengakui kalau banyaknya buaya pada semua titik pencarian sesuai hasil deteksi mempergunakan Aqua Eye dan bahkan buaya sempat menghadang laju perahu saat proses pencarian.
Banyak pula pepohonan dan akar-akar kayu sehingga menghalangi lalu lintas perahu baik itu perahu milik Basarnas maupun milik nelayan setempat.
Kendala lain adalah banyaknya warga bukan keluarga dan juga bukan penduduk setempat yang berdatangan ke lokasi kejadian sehingga mengganggu jalannya pelaksanaan pencarian korban.
Disisi lain, ada kepercayaan dari warga setempat bahwa buaya merupakan jelmaan dari leluhurnya mereka dan beranggapan bahwa buaya hanya menerkam/memangsa orang yang melakukan tindakan tidak terpuji terhadap buaya, baik itu dilakukan oleh korban sendiri maupun oleh para pendahulu.
Sidak Pasar Bersama Forkopimda, Polresta Kupang Kota Bakal Tindak Tegas Oknum Yang Melanggar Hukum
Warga Demo Soal Perilaku Pengunjung TN Mutis, BBKSDA NTT Beri Sejumlah Penjelasan
Rumah Terbakar di Sumba Barat Daya, Satu Warga Dianiaya dengan Parang
Mahasiswa di Manggarai-NTT Todong Sajam dan Gasak Barang Dalam Kios
Curah Hujan Tinggi, Harga Cabai di Malaka Naik dan Stok Minyak Kita Kosong