Kasus Pencabulan Lansia di Lembata Naik Sidik, Polisi Segera Tahan Tersangka
digtara.com -Penyidik Satreskrim Polres Lembata telah melakukan gelar perkara terkait kasus pencabulan seorang Lansia terhadap dua orang remaja putri.
Baca Juga:
Gelar perkara ini dilakukan pekan lalu setelah polisi memeriksa saksi, korban dan terduga pelaku.
"(Penyidik) sudah (melakukan) gelar perkara. Kasus ini naik Sidik," ujar Kapolres Lembata, AKBP Nanang Wahyudi melalui Kasat Reskrim, Iptu Muhammad Ciputra Abidin pada Rabu (24/9/2025).
Walau terduga pelaku belum ditahan, namun proses kasus ini terus bergulir.
"(Pelaku) belum ditahan. Namun rencananya akan kita tahan," tegas mantan Kapolsek Kupang Tengah, Polres Kupang ini.
HJ (15) dan BSN (14), dua remaja putri di Kabupaten Lembata, NTT menjadi korban pencabulan selama bertahun-tahun.
Keduanya dicabuli dan disetubuhi AS (72), seorang pria Lanjut Usia (Lansia) yang juga warga Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata.
Kasus ini ditangani Polres Lembata sesuai laporan polisi nomor LP/B/145/IX/2025/SPKT/RES.LBT/ Polda NTT, tanggal 9 September 2025.
Aksi pelaku selama ini dilakukan di pondok kebun milik pelaku di Desa Napasabok, Kecamatan lle Ape, Kabupaten Lembata.
"Korban HJ dicabuli sejak tahun 2018 lalu saat masih duduk di bangku kelas I sekolah dasar," ujar Kasat.
Sementara korban BSN dicabuli pelaku sejak Juli 2024.
Korban HJ dicabuli AN sekitar tahun 2018 di pondok kebun milik pelaku.
"Kejadian (pencabulan) tersebut terjadi berulang kali," ujar Kasat.
Pencabulan berlanjut hingga korban duduk di bangku kelas III sekolah dasar pada tahun 2020.
Kabasarnas dan Gubernur NTT Cek Kesiapan Posko Pengungsian Korban Gempa di Nagekeo
Terungkap Lansia Perempuan Yang Ditemukan Meninggal di Rote Ndao Ternyata Ditanduk Rusa
Tiba di Labuan Bajo, Presiden Prabowo Subianto Langsung Terbang ke Nagekeo
Ada Layanan Internet Gratis Bantuan Polri, Anak-Anak Pengungsi Bisa Nonton Bersama
Hamili Anak Dibawah Umur, Pemuda di Kupang Jalani Proses Hukum