Migor Curah Bersubsidi Disulap Jadi Kemasan, Polisi Tangkap Pengusaha

digtara.com – Tindakan culas dilakukan agen minyak goreng di Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten. Minyak goreng curah bersubsidi malah dikemas ulang dan dijual dengan harga tinggi. Kini, pengusaha ditangkap polisi.
Baca Juga:
“Ditreskrimsus Polda Banten melakukan penindakan terhadap mafia minyak goreng curah yang mengemas ulang minyak goreng curah menjadi minyak goreng premium dari gudang CV Jongjing Pratama di Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang,” ujar Kabid Humas Polda Banten Kombes Shinto Silitonga kepada wartawan, Rabu (30/3/2022).
Terungkapnya kasus ini berawal dari informasi masyarakat yang menemukan adanya indikasi kecurangan dalam pendistribusian minyak goreng curah.
Minyak goreng tersebut dikemas dalam plastik berhadiah sabun cuci sebagai promo untuk menarik minat beli masyarakat.
“Produk minyak goreng yang sudah dikemas dalam botol isi 1 liter dengan merek LABAN ini dijual seharga Rp 20 ribu. Di mana terlihat karakter minyak dalam kemasan LABAN memiliki kesamaan warna dengan minyak goreng yang ada di dalam plastik,” katanya.
Pada Senin (28/3) lalu, Ditreskrimsus Polda Banten kemudian menggerebek gudang minyak goreng tersebut.
Dari hasil penggerebekan itu, polisi menyita 1.300 liter minyak goreng.
Shinto mengatakan, dari hasil pemeriksaan, gudang tersebut memiliki izin usaha komoditi minyak goreng nabati dan hewani.
“Namun mereka melakukan pengemasan ulang minyak goreng curah seolah-olah produsen atau pabrikan penghasil minyak goreng kemasan tanpa dilengkapi izin usaha industri,” katanya.
Dijual Seharga Rp 20 Ribu Per Liter
Sesuai dengan aturan Permendag Nomor 11 Tahun 2022 tentang HET Minyak Goreng Curah, minyak goreng curah seharusnya dijual dengan harga tertinggi Rp 14 ribu. Namun perusahaan tersebut menjual kembali minyak goreng tersebut seharga Rp 20 ribu.
“Sehingga terdapat keuntungan ekonomis senilai Rp 6.000 per liter dari penjualan minyak goreng tersebut,” katanya.
Pimpinan Perusahaan Jadi Tersangka
Penyidik juga menemukan fakta lain bahwa badan usaha tersebut tidak memiliki ijin edar dan pengajuan SNI.
“Bahkan menggunakan minyak goreng curah produksi badan usaha lain untuk diajukan dalam pengujian laboratorium. Logo halal yang ada di dalam kemasan diketahui tidak memiliki sertifikat halal yang sebenarnya dipersyaratkan,” katanya.
Kecurangan lainnya, disebutkan bahwa seolah-olah minyak goreng LABAN ini mengandung vitamin A. “Yang faktanya ternyata tidak sesuai dengan label kemasan,” lanjutnya.
Dari hasil pemeriksaan terhadap 10 karyawan, polisi menetapkan seorang tersangka berinisial AR (28). AR adalah pimpinan perusahaan tersebut.
“Pada Selasa (29/3), penyidik meningkatkan status tersangka terhadap AR selaku Direktur CV Jongjing Pratama yang mengoperasionalkan pengemasan ulang minyak goreng curah di TKP,” imbuhnya.
Akibat perbuatannya itu, AR dijerat dengan Pasal 107 juncto Pasal 29 ayat (1) UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dengan ancaman pidana paling lama 5 tahun penjara dan atau denda Rp 50 milyar, kemudian Pasal 142 juncto Pasal 91 ayat (1) dan Pasal 144 juncto Pasal 100 ayat (2) UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, serta Pasal 62 ayat (1) juncto Pasal 8 ayat (1) huruf d UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur
