Heboh Dipersekusi di Medan, Bagaimana Hukum Kuda Kepang dalam Pandangan Islam?
digtara.com – Keributan sekelompok orang dari organisasi Forum Umat Islam (FUI) dengan masyarakat saat pertunjukan kuda lumping (kuda kepang, red) viral di media sosial. Bagaimana Hukum Kuda Kepang dalam Pandangan Islam?
Baca Juga:
Diketahui, kejadian terekam di Jalan Merpati Kelurahan Sei Sikambing B Kecamatan Medan Sunggal, pada Jumat 2 April 2021, sore.
Pengakuan warga setempat, kuda kepang itu diundang sengaja diundang dalam rangka menyambut bulan Ramadan. Warga juga mengadakan dapur umum untuk acara makan bersama.
Kesenian Kuda Kepang atau Jaran Kepang atau Kuda Lumping sebenarnya tarian tradisional Jawa menampilkan sekelompok prajurit tengah menunggang kuda.
Tarian ini menggunakan kuda yang terbuat dari bambu yang dianyam dan dipotong menyerupai bentuk kuda.
Baca: Kronologi FUI Bubarkan Acara Kuda Lumping Hingga Bentrok di Medan
Beberapa penampilan Kuda Lumping menyuguhkan atraksi kesurupan, kekebalan, dan kekuatan magis, seperti atraksi memakan beling dan kekebalan tubuh terhadap deraan pecut.
Kesenian ini tak hanya digelar di pulau Jawa saja, namun terbawa oleh transmigran ke pulau Sumatera, bahkan negara tetangga Malaysia.
Baca: Pasca Pembubaran Kuda Kepang, DPW Pujakesuma Minta Masyarakat Tetap Kondusif
Lantas, bagaimanakan hukum Kuda Kepang menurut pandangan Islam?
Islam telah jelas menyebutkan bahwa sesuatu yang mengandung unsur jin dan kemusyrikan hukumnya adalah haram.
Unsur penggunaan jin biasanya menyebabkan seseorang tidak sadarkan diri. Hal ini berpotensi dapat membahayakan dirinya ataupun orang lain.
Sebagian fenomena Jaran kepang diduga adalah bagian dari bentuk sihir.
Dengan demikian hukumnya ditafsil (diperinci), Pertama, jika wasilah untuk menjadikan orang kesurupan itu hal-hal yang mengandung kekufuran maka hukumnya kufur. Kedua, jika jampi-jampinya berupa hal-hal yang haram, maka hukumnya haram. Ketiga, jika Jaran Kepang itu berdampak negatif atau membahayakan (dirinya atau orang lain) maka hukumnya haram. Jika tidak berbahaya, maka hukumnya boleh. (al-Fiqh’ala Al-Madzahib al-Arba’ah, 5/460-461)
.قال الإمام النووي رØÙ…Ù‡ الله تعالى : عمل Ø§Ù„Ø³ØØ± ØØ±Ø§Ù… وهو من الكبائر بالإجماع وقد عدهالرسول صلوات الله وسلامه عليه من الموبقات السبع ومن Ø§Ù„Ø³ØØ± ما يكون ÙƒÙØ±Ø§ ومنه مالا يكون ÙƒÙØ±Ø§ بل معصية كبيرة ÙØ¥Ù† كان Ùيه قول أو ÙØ¹Ù„ يقتضي Ø§Ù„ÙƒÙØ± Ùهو ÙƒÙØ± وإلا Ùلا, المالكية رØÙ…هم الله قالوا : Ø§Ù„Ø³Ø§ØØ± ÙƒØ§ÙØ± يقتل Ø¨Ø§Ù„Ø³ØØ± ولا يستتاب بل ÙŠØªØØªÙ… قتله كالزنديق :قال عياض : وقول مالك قال Ø£ØÙ…د وجماعة من Ø§Ù„ØµØØ§Ø¨Ø© والتابعين وذلك Ùيمن عمل بهللباطل والشر أمامن تعلمه Ù„ÙÙƒ المسØÙˆØ± ومنع الأذى عنه أو تعلمه للعلم Ùقط ولم يعمل به Ùهو جائز وقدسئل الإمام Ø£ØÙ…د عمن يطلق Ø§Ù„Ø³ØØ± عن المسØÙˆØ± Ùقال : لا بأس به وهذا هو المعتمد ÙØÙƒÙ…Ø§Ù„Ø³ØØ± تابع للقصد Ùمن ÙØµØ¯ به الخير جاز له وإلا ØØ±Ù… عليه إلا أن أدى إلى الشركوإلا كان ÙƒØ§ÙØ±Ø§ ولايقتل Ø§Ù„Ø³Ø§ØØ± إلا أن يقتل Ø£ØØ¯Ø§ Ø¨Ø³ØØ±Ù‡ ويثبت عليه بإقراره وأما إذا كان ذميا ÙˆØ£ÙˆØµÙ„Ø¨Ø³ØØ±Ù‡ ضررا لميلم يكون قد نقض العهد ويØÙ„ قتله وإنما لم يقتل النبي صلى الله عليهو سلم لبيد بن الأعصم على Ø³ØØ±Ù‡ وقد كان ذميا لأنه صلى الله عليه Ùˆ سلم كان لاينتقم Ù„Ù†ÙØ³Ù‡ ولأنه خشي إذا قتل لبيد بن الأعصم أن تقوم ÙØªÙ†Ø© بين المسلمين Ùيالمدينة. لأنه كان من بين زريق وهم بطن منالأنصار مشهور من الخزرج وكان الناس ØØ¯ÙŠØ«ÙŠ Ø¨Ø§Ù„Ø¥Ø³Ù„Ø§Ù….
Keharaman tersebut bukanlah dari dalam keseniannya itu sendiri, melainkan ada faktor yang menyebabkan timbulnya keharaman tersebut.
Jika kesenian tersebut tidak mengandung hal-hal yang melanggar syariat dan bertujuan melestarikan budaya, maka hukumnya boleh.
Seperti kutipan dalam al-fiqh ‘ala al-Madzahib al-Arba’ah, 5/406.
قال الإمام النووى رØÙ…Ù‡ الله تعالى : عمل Ø§Ù„Ø³ØØ± ØØ±Ø§Ù… وهو من الكبائر وقد عدها رسو Ù„ الله صلوات وسلامه عليه من الموبقات السبع، ومن Ø§Ù„Ø³ØØ± ما يكون ÙƒÙØ±Ø§ ومنه مالا يكون ÙƒÙØ±Ø§ØŒ بل معصية كبيرة ÙØ¥Ù† كان Ùيه قول او ÙØ¹Ù„ يقتضى Ø§Ù„ÙƒÙØ± Ùهو ÙƒÙØ± وإلا Ùلا.
“Imam Nawawi rahimahullah ta’ala: perbuatan sihir adalah haram itu merupakan dari dosa-dosa besar dan Rasulullah saw telah memasaukkannya ke dalam tujuh ketetapan. Ada sihir yang menjadikan kafir ada juga sihir yang hanya masuk kedalam dosa maksiat yang besar, jika di dalamnya ada ucapan atau perbuatan yang menjerumuskan ke kekafiran maka itu kafir jika tidak maka bukanlah kekafiran.â€
Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat
Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS
Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya
Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia
Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur