Bantu Bapak Malang, Kapoldasu: Kepolisian Itu Perpanjangan Tangan Pemerintah
digtara.com | MEDAN – Sungguh malang nasib Bapak Roki berusia 60 tahun yang mengidap penyakit strok diduga ditelantarkan oleh keluarganya. Ia ditemukan dalam kondisi lemah di kawasan Jalan Turi, tepatnya di sekitar Kampus UISU, Teladan Medan.
Baca Juga:
- Diduga Tutupi Kasus, Polres Binjai Bungkam soal Kecelakaan Tewaskan Ibu Muda: Pengemudi Fortuner Diduga Anggota Polda Sumut
- Tragis! Ibu Muda di Binjai Tewas Usai Tersenggol dan Terlindas Fortuner, Pengemudi Diduga Anggota Polda Sumut
- Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan MBG, LBH Medan Desak Polda Sumut Turun Tangan
Menurut Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto mengatakan, menolong Bapak Roki merupakan bentuk bakti kesehatan dan bakti sosial kepolisian dalam melayani masyarakat. “Kepolisian itu perpanjangan tangan pemerintah juga. Negara harus hadir untuk masyarakat yang butuh pertolongan,” ujarnya.
Kapola Sumut berharap, apa yang dilakukan bermanfaat dan bisa dirasakan masyarakat. “Memag belum banyak yang kita kerjakan. Tapi apa yang kita lakukan bisa dirasakan masyarakat. Saya selalu sampaikan, selama kita hidup kita harus berikan kebaikan,” tandasnya
Ia dievakuasi beberapa orang relawan dari organisasi kemanusiaan bersama dengan personel kepolisian, Sabtu (26/10/2019) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Bapak tua yang malang itu langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan atas arahan Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Agus Andrianto.
Informasi yang dihimpun, bapak yang diketahui bernama Roki Siahaan itu ditemukan berawal dari informasi masyarakat. Yang mana informasi tersebut berisikan adanya bapak-bapak yang sengaja ‘dibuang’ anaknya.
“Bapak ini sengaja dibuang anaknya karena tidak bisa cari uang lagi. Ia dibawa oleh dua orang dari rumahnya dan diturunkan di Jalan Turi dan Ditinggalkan begitu saja,” ujar Lika relawan Respek Peduli yang membantu bapak tersebut, Minggu (27/10/2019).
Saat ditemukan, bapak malang itu tergeletak beralaskan kardus di sebuah bangunan yang berada di pinggir jalan. Meski dalam keadaan sadar, ia tak mampu bergerak.
“Bapak ini tidak pikun, jadi dia ingat semua. Kejadiannya kemarin 25 Oktober 2019 malam. Bapak ini juga ingat alamat rumahnya, nama istri dan anaknya,” terang Lika.
Warga Gang Gelatik, Pasar 9 Tembung itu, mengaku sebelum mengalami strok, ia bekerja sebagai sopir angkot. “Kondisi bapak ini sempat pucat, badannya dingin dan kurang respon saat di panggil-panggil,” tandasnya.
Saat ini, Bapak Roki sudah dirawat dan mendapatkan pengobatan di RS Bhayangkara Medan.
Diduga Tutupi Kasus, Polres Binjai Bungkam soal Kecelakaan Tewaskan Ibu Muda: Pengemudi Fortuner Diduga Anggota Polda Sumut
Tragis! Ibu Muda di Binjai Tewas Usai Tersenggol dan Terlindas Fortuner, Pengemudi Diduga Anggota Polda Sumut
Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan MBG, LBH Medan Desak Polda Sumut Turun Tangan
Ditpolairud Bantu Antar Jenazah Warga Kurang Mampu Hingga Ke Kabupaten TTS
Polda Sumut Tingkatkan Patroli Saat Blackout Sumbagut, 365 Personel Disiagakan di Medan