Kamis, 13 Februari 2025

Gandeng Puskesmas Oepoi, Dosen dan Mahasiswa Psikologi FKM Undana Beri Pelatihan Stimulasi Perkembangan Anak

Imanuel Lodja - Jumat, 02 Agustus 2024 13:03 WIB
Gandeng Puskesmas Oepoi, Dosen dan Mahasiswa Psikologi FKM Undana Beri Pelatihan Stimulasi Perkembangan Anak
istimewa
Gandeng Puskesmas Oepoi, Dosen dan Mahasiswa Psikologi FKM Undana Beri Pelatihan Stimulasi Perkembangan Anak

digtara.com - Dosen dan mahasiswa program studi Psikologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, NTT memberikan pelatihan stimulasi perkembangan anak pada orangtua dengan Balita.

Baca Juga:

Kegiatan ini merupakan wujud pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Para dosen dan mahasiswa Psikologi ini menggandeng Puskesmas Oepoi, Kupang dan digelar pada Jumat (2/8/2024) di aula Puskesmas Oepoi Kupang.

Tim dosen dipimpin Dian Lestari Anakaka, S.Psi M.Psi Psikolog (Ketua Tim Pengabdian) dan Feronika Ratu, S.Psi M.Psi Psikolog serta Shela C Pello, S.KM M.Kes.

Kepala Puskesmas Oepoi, Elfride Ruth menyambut baik kegiatan pelatihan stimulasi perkembangan pada Balita dan memfasilitasi dengan menyediakan tempat kegiatan di aula puskesmas Oepoi.

Ketua tim pengabdian, Dian Lestari Anakaka, S.Psi M.Psi Psikolog menyebutkan kalau kegiatan ini dilakukan agar orangtua dengan anak balita memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan stimulasi perkembangan secara mandiri di rumah terutama berkaitan dengan kemampuan dasar.

Stimumasi ini meliputi motorik halus sebagai aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak melakukan gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu.

"Juga melibatkan otot-otot kecil tetapi memerlukan koordinasi yang cermat memotong atau menggunting, menjepit, menempel, menggambar, menulis," ujarnya, Jumat (2/8/2024).

Ada pula motorik kasar yakni aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak melakukan pergerakan dan sikap tubuh yang melibatkan otot-otot besar seperti mengangkat kepala, berguling, duduk, berdiri, berjalan, berlari, melompat, menendang.

Selain itu kemandirian dan sosialisasi aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri anak.

"Anak bisa makan sendiri, membereskan mainan setelah bermain, berpisah dengan ibu/pengasuh, bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya," tambahnya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Elemen Mahasiswa di Belu-NTT Tolak Rancangan KUHAP dan Penerapan Asas Dominus litis

Elemen Mahasiswa di Belu-NTT Tolak Rancangan KUHAP dan Penerapan Asas Dominus litis

Mau Judi Online dan Michat, Mahasiswa di Kupang Nekat Curi Kotak Kolekte

Mau Judi Online dan Michat, Mahasiswa di Kupang Nekat Curi Kotak Kolekte

9 dari 31 Pemuda yang Serang-Jarah Warung Kelontong di Medan Ditangkap, Kapolrestabes: Bukan Geng Motor

9 dari 31 Pemuda yang Serang-Jarah Warung Kelontong di Medan Ditangkap, Kapolrestabes: Bukan Geng Motor

Mahasiswa di Kupang Ditemukan Tewas Gantung Diri, Sebelum Tewas, Korban Sempat Minta Uang Beli Pulsa

Mahasiswa di Kupang Ditemukan Tewas Gantung Diri, Sebelum Tewas, Korban Sempat Minta Uang Beli Pulsa

Dituduh Curi Handphone, Mahasiswa Undana Kupang Dianiaya Sejumlah Pemuda

Dituduh Curi Handphone, Mahasiswa Undana Kupang Dianiaya Sejumlah Pemuda

Anggota Polres Manggarai Barat Pengguna Senpi Rutin Ikut Tes Psikologi

Anggota Polres Manggarai Barat Pengguna Senpi Rutin Ikut Tes Psikologi

Komentar
Berita Terbaru