Sabtu, 12 September 2026

Elemen Mahasiswa Dan Warga Di Ende Demo Tolak Penggusuran Bangunan Di Pesisir Pantai

Imanuel Lodja - Jumat, 27 Maret 2026 09:20 WIB
Elemen Mahasiswa Dan Warga Di Ende Demo Tolak Penggusuran Bangunan Di Pesisir Pantai
ist
Aparat keamanan mengamankan aksi massa di Ende

digtara.com -Ratusan massa dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ende, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Ende serta warga masyarakat Ndao melakukan aksi unjuk rasa besar- besaran di halaman Kantor Bupati Ende pada Kamis (26/3/2026).

Baca Juga:

​Aksi damai ini dipicu oleh rencana Pemerintah Kabupaten Ende yang akan melakukan penggusuran bangunan di sepanjang pesisir pantai mulai dari kawasan Kota Raja hingga Ndao Kelurahan Kota Ratu.

​Suasana di halaman kantor Bupati sempat riuh saat massa aksi mulai membentangkan spanduk bernada protes.

Beberapa tulisan yang mencolok di antaranya: "Pajak Mencekik Rakyat Menjerit", "Bapak Bupati, Kami Bukan Warga Liar", dan "Relokasi Jangan Bunuh Masyarakat".

Baca Juga:
​Koordinator Aksi Longginus Kota Setu, dalam orasinya menegaskan bahwa kebijakan penggusuran ini sangat diskriminatif dan mengancam sumber penghidupan rakyat kecil yang sudah puluhan tahun menetap di pesisir pantai.

​"Kami mendesak pemerintah untuk fokus pada pertumbuhan ekonomi rakyat, bukan malah membuat kebijakan yang mengusir rakyat dari rumah mereka sendiri. Kami menawarkan solusi penataan pemukiman, bukan penggusuran paksa!" tegas Longginus di hadapan massa.

​Massa aksi diterima oleh Penjabat (Pj) Sekda Ende, Gabriel Dala didampingi Sekretaris Satpol PP, Ibrahim.

Di hadapan para demonstran, pemerintah menampung lima poin tuntutan utama, termasuk desakan agar penyelesaian masalah ini dilakukan secara transparan tanpa menguntungkan pihak-pihak tertentu.

​Aparat keamanan dari Polres Ende yang dipimpin Kabag Ops, AKP Amrin, bersama personel Koramil 1602-01/Ende dan Satpol PP bersiaga penuh di lokasi yang terus melakukan pengawalan orasi dan aksi damai tersebut.

Baca Juga:
Meskipun tensi sempat meningkat saat orasi berlangsung aksi tetap berjalan tertib.

​"Pengamanan dilakukan secara humanis. Kami memastikan hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat tetap terjaga, sementara situasi keamanan kantor pemerintahan tetap kondusif," ujar Kabag Ops Polres Ende, AKP Amrin.

​Massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib setelah mendapatkan penjelasan dari pihak pemerintah daerah.

Namun, para aktivis mahasiswa dan warga Ndao berjanji akan terus mengawal persoalan ini hingga ada keputusan yang benar-benar memihak kepada keadilan rakyat kecil di pesisir pantai Ndao.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Bertemu Uskup Agung Ende, Kapolda NTT dan Jajaran Sumbang Rp 100 Juta Untuk Bangun Kembali Gereja Katolik Terdampak Gempa

Bertemu Uskup Agung Ende, Kapolda NTT dan Jajaran Sumbang Rp 100 Juta Untuk Bangun Kembali Gereja Katolik Terdampak Gempa

Kapolri dan Kapolda NTT Bantu Perbaikan Rumah Anggota Polres Ende Korban Gempa

Kapolri dan Kapolda NTT Bantu Perbaikan Rumah Anggota Polres Ende Korban Gempa

Peduli Warga Terdampak Gempa, Ketum Bhayangkari Kunjungi Posko Nioniba-Ende Bawa Ribuan Bantuan

Peduli Warga Terdampak Gempa, Ketum Bhayangkari Kunjungi Posko Nioniba-Ende Bawa Ribuan Bantuan

Kapolri Tinjau Langsung Pengungsian Korban Gempa NTT, Pastikan Penanganan Bencana Berjalan Optimal

Kapolri Tinjau Langsung Pengungsian Korban Gempa NTT, Pastikan Penanganan Bencana Berjalan Optimal

Peringati HUT Ke-81 RI, Basarnas dan Potensi SAR Kibarkan Bendera Merah Putih Dalam Air

Peringati HUT Ke-81 RI, Basarnas dan Potensi SAR Kibarkan Bendera Merah Putih Dalam Air

100 Paket Bansos Kapolda NTT Disalurkan Polres Ende Bagi Korban Gempa di Kecamatan Nangapanda

100 Paket Bansos Kapolda NTT Disalurkan Polres Ende Bagi Korban Gempa di Kecamatan Nangapanda

Komentar
Berita Terbaru