Keputusan BI ‘Kerek’ IHSG Menguat di Pasar Spot
digtara.com | JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat. IHSG naik 0,38% ke 6.537,77 pada perdagangan Kamis (21/2). Analis memprediksikan, IHSG akan melanjutkan penguatan pada hari ini.
Baca Juga:
- Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini 11 Desember 2025, Berpotensi Melemah di Tengah Sentimen The Fed
- Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 20 November 2025 Melemah ke Rp16.750 per Dolar AS
- Nilai Tukar Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.621 per Dolar AS, Pasar Tunggu Sinyal dari The Fed dan Pertemuan Trump–Xi
Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan berpendapat, penguatan IHSG dipengaruhi keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) mempertahankan suku bunga acuan di 6%. “Selain itu, risalah The Fed menunjukkan pandangan dovish di 2019,” kata dia, kemarin.
Risalah tersebut juga menunjukkan pandangan The Fed terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan rencana normalisasi kebijakan moneter sejumlah bank sentral.
Analis Indo Premier Sekuritas Mino menambahkan, kenaikan harga beberapa komoditas ikut mempengaruhi kinerja IHSG. Kemarin, saham sektor tambang naik paling kencang dibanding sektor lain, yakni naik 1,5%. Ini sejalan dengan kenaikan harga minyak dunia, menyusul realisasi pemangkasan volume produksi OPEC pada Januari 2019 lalu.
Mino memperkirakan, IHSG hari ini akan menguat dan bergerak di kisaran 6.500–6.570. Sementara itu, Valdy memprediksi IHSG menguat dan bergerak di kisaran 6.500–6.550.
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini 11 Desember 2025, Berpotensi Melemah di Tengah Sentimen The Fed
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 20 November 2025 Melemah ke Rp16.750 per Dolar AS
Nilai Tukar Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.621 per Dolar AS, Pasar Tunggu Sinyal dari The Fed dan Pertemuan Trump–Xi
Prediksi Pergerakan Kurs Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, Kamis 16 Oktober 2025
Rupiah Diprediksi Melemah, Terdorong Ketidakpastian Ekonomi AS dan Sinyal Pelonggaran The Fed