Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 20 November 2025 Melemah ke Rp16.750 per Dolar AS
digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada kisaran Rp16.700–Rp16.750 pada Kamis (20/11/2025).
Baca Juga:
Di kawasan Asia, pergerakan mata uang regional terpantau bervariasi. Yen Jepang ditutup stagnan, dolar Hong Kong melemah 0,07%, dolar Singapura turun 0,08%, dolar Taiwan melemah 0,08%, dan won Korea Selatan turun 0,37%.
Sementara itu, peso Filipina menguat 0,11%, yuan China stagnan, ringgit Malaysia naik 0,41%, dan baht Thailand turun 0,08%.
Baca Juga:Pengamat komoditas dan mata uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pasar tengah menunggu perilisan data penggajian non-pertanian (NFP) AS bulan September yang tertunda akibat penutupan pemerintah sebelumnya.
"Pelaku pasar mencermati sinyal kekuatan pasar tenaga kerja dan tekanan upah. Jika data lebih lemah dari perkiraan, peluang penurunan suku bunga Federal Reserve bisa meningkat," kata Ibrahim, Rabu (19/11/2025).
Namun, pejabat The Fed disebut masih berhati-hati terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga. Inflasi yang tetap tinggi serta pertumbuhan ekonomi yang solid membuat pasar memperkirakan hanya peluang moderat untuk penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia hari ini memutuskan mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate di level 4,75%. BI juga menahan suku bunga Deposit Facility pada 3,75% dan Lending Facility pada 5,50%.
Keputusan ini sejalan dengan proyeksi inflasi 2025–2026 yang diperkirakan tetap rendah dalam target 2,5% ±1%.
Baca Juga:BI menyatakan kebijakan moneter saat ini difokuskan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar tetap sesuai fundamental di tengah tingginya ketidakpastian global, serta mendukung penguatan pertumbuhan ekonomi nasional.
BI Perketat Aturan Pembelian Dolar AS, Rupiah Masih Tertekan
Rupiah Terancam Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Dipicu Geopolitik dan Tekanan Domestik
Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.800 per Dolar AS, Sentimen Defisit Fiskal Jadi Tekanan Utama
Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.800 per Dolar AS, Investor Waspadai Defisit Transaksi Berjalan
Rupiah Melemah Lagi, Defisit Transaksi Berjalan Sentuh Level Terburuk dalam 6 Tahun