Minggu, 15 Maret 2026

Rupiah Diprediksi Bergerak Sideways

- Minggu, 02 Agustus 2020 23:10 WIB
Rupiah Diprediksi Bergerak Sideways

digtara.com – Nilai tukar rupiah diprediksi bergerak terbatas pada bulan ini. Prediksi itu sehubunvan dengan potensi tarik-menarik katalis positif dan negatif pada perdagangan mata uang.

Baca Juga:

Pada akhir perdagangan pada Kamis, 30 Juli 2020 lalu, Rupiah ditutup melemah 0,4 persen di posisi Rp14.600 per dolar AS. Walaupun terkoreksi, rupiah secara kumulatif mencetak penguatan 10 poin dibandingakan dengan posisi akhir pekan lalu.

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, mengatakan bahwa rupiah berpotensi bergerak menguat dalam perdagangan jangka pendek. Yakni dengan  emanfaatkan momentum tren pelemahan dolar AS akibat tekanan pertumbuhan ekonomi Negeri Paman Sam itu.

“Departemen Perdagangan AS melaporkan, produk domestik bruto (PDB) AS anjlok 9,5 persen pada kuartal II/2020 bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (quarter-to-quarter/qtq). Penurunan kinerja ekonomi negara adidaya itu bahkan mencapai 32,9 persen secara tahunan (year-on-year/yoy),” kata Josua seperti dilansir Bisnis, Senin (3/8/3020)

Realisasi dan proyeksi tekanan turun terhadap ekonomi AS yang lebih dalam. Ini membuat greenback tampak loyo melawan mata uang utama. Bahkan juga kalah di hadapan beberapa mata uang negara berkembang dalam beberapa perdagangan terakhir.

“Seharusnya ini akan memberikan support untuk rupiah menguat karena dolar AS melemah. Tetapi harus dilihat lagi karena ada banyak data ekonomi dalam negeri yang penting juga dirilis pada bulan ini sehingga dapat membatasi potensi penguatan itu,” tambahnya.

Inflasi yang diprediksi lebih rendah akan dirilis pada pekan pertama Agustus, dilanjutkan oleh rilis data PDB Indonesia kuartal kedua tahun ini. Rilis itu juga diprediksi tidak lebih baik daripada kuartal-kuartal sebelumnya.

PDB Indonesia untuk periode kuartal II/2020 diproyeksi berada di kisaran -4 persen hingga -5 persen, dibandingkan dengan pencapaian PDB tiga bulan pertama tahun ini di level 2,7 persen.

Hal itu akan membebani nilai tukar rupiah untuk menguat dan menghambat mata uang Garuda itu bergerak di zona hijau.

[AS]

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Kurs Dollar Hari Ini 14 Maret 2026: Rupiah Tertekan, USD Mendekati Rp17.000

Kurs Dollar Hari Ini 14 Maret 2026: Rupiah Tertekan, USD Mendekati Rp17.000

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 11 Maret 2026 Menguat, Bergerak di Kisaran Rp16.800–Rp16.950 per Dolar AS

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 11 Maret 2026 Menguat, Bergerak di Kisaran Rp16.800–Rp16.950 per Dolar AS

Kurs Dollar Hari Ini 10 Maret 2026: Rupiah di Rp16.900, Akankah Tembus Rp17.000?

Kurs Dollar Hari Ini 10 Maret 2026: Rupiah di Rp16.900, Akankah Tembus Rp17.000?

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 9 Maret 2026 Diprediksi Melemah ke Rp17.010 per Dolar AS

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 9 Maret 2026 Diprediksi Melemah ke Rp17.010 per Dolar AS

Rupiah Diprediksi Melemah Hari Ini 6 Maret 2026, Tensi Timur Tengah Tekan Nilai Tukar

Rupiah Diprediksi Melemah Hari Ini 6 Maret 2026, Tensi Timur Tengah Tekan Nilai Tukar

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 5 Maret 2026 Menguat Tipis, Analis Prediksi Masih Fluktuatif

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 5 Maret 2026 Menguat Tipis, Analis Prediksi Masih Fluktuatif

Komentar
Berita Terbaru